Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wow! Tak Sekadar Edukasi, IdeaFest 2026 Praktik Langsung Kreasi Pengelolaan Sampah
Advertisement . Scroll to see content

Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah Mulai 10 Mei 2026, Diizinkan Kelola Sampah Mandiri

Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:52 WIB
  • author Danandaya Arya Putra / Mada Mahfud
Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah Mulai 10 Mei 2026, Diizinkan Kelola Sampah Mandiri
Ilustrasi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut gerakan pilah sampah wajib dilakukan warga karena TPST Bantargebang tidak bisa menerima sampah organik dan sampah yang bisa didaur ulang.(Foto: iNews Depok / Mada Mahfud)

JAKARTA, iNews Depok.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan warga wajib pilah sampah mulai 10 Mei 2026.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut atas kebijakan baru bahwa TPST Bantargebang, Kota Bekasi hanya menerima sampah residu mulai 1 Agustus 2026.

Pramono menyebut gerakan pilah sampah wajib dilakukan warga karena TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang tidak bisa menerima sampah organik dan sampah yang bisa didaur ulang. TPST Bantargebang mulai 1 Agustus 2026 hanya menerima sampah residu yang tak bisa didaur ulang. 

"Besok tanggal 10, Jakarta akan memulai program yang secara resmi pemilahan sampah dan ini menjadi gerakan masif. Karena memang hampir 50 persen sampah kita itu sebenarnya sampah organik," kata Pramono kepada wartawan, dikutip Jumat (8/5/2026).

Pramono menjelaskan hampir 50 persen sampah di Jakarta merupakan sampah organik sehingga bisa diolah.

Agar tak muncul persoalan baru, Pramono mempersilakan warga mengelola sampah secara mandiri. 

Sebagai contoh di wilayah Kramat Jati telah diizinkan untuk mengelola sampah sendiri.

"Seperti contoh di Kramat Jati tidak diizinkan untuk dikelola secara langsung, sekarang saya izinkan. Bahkan pengelolaan bisa di lapangan, mereka bisa memiliki alat transportasi sendiri dan alat pengolahan sendiri," jelas Pramono. 

Pramono menyampaikan bahwa dampak longsor di TPST Bantargebang, membuat Jakarta mengalami kendala penanganan sampah hingga saat ini. 

"Memang dampak dari longsor Bantargebang sampai hari ini masih terasa, tetapi sudah relatif tertangani karena di beberapa titik sudah bisa kita atasi," ucapnya.

Editor: M Mahfud

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut