Pontjo Sutowo: FKPPI Tetap Ormas, Tidak Akan Jadi Partai Politik
JAKARTA, iNewsDepok.id - Ketua Umum Pengurus Pusat FKPPI, Pontjo Sutowo, menegaskan bahwa Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) tidak akan pernah berubah wujud menjadi partai politik.
Pontjo memastikan organisasi tersebut akan tetap setia pada khitahnya sebagai bagian dari elemen kekuatan masyarakat, bukan instrumen politik praktis.
“FKPPI bukan partai dalam konteks partai yang sesuai dengan undang-undang, tapi FKPPI adalah kekuatan masyarakat,” kata Pontjo saat diwawancarai usai Halal bi Halal Pengurus Pusat FKPPI di Griya Ardhya Garini Halim Perdana Kusuma, Rabu (15/6/2026).
Apalagi, lanjut dia, sejarah besar bangsa Indonesia justru dimulai dari gerakan akar rumput dan komunitas, bukan semata-mata oleh partai politik. Maka dari itu, Pontjo menegaskan bahwa FKPPI tetap memposisikan diri sebagai motor penggerak masyarakat.
“Kita tidak menjadi partai, tetapi kita adalah penggerak. Indonesia, gerakan-gerakan besar tidak dimulai dengan partai,” ucap dia.
Dalam hal ini juga, ia menekankan pentingnya kemandirian bangsa yang hakiki di tengah tantangan zaman. Hal itu bisa dicapai dengan membangkitkan kesadaran masyarakat untuk berdaulat secara mandiri.
“FKPPI adalah menggalang kekuatan itu, kekuatan rakyat untuk mau merdeka dalam arti seutuhnya,” tegas Pontjo.
Terlebih, ia menilai bahwa kondisi Indonesia saat ini belum mencapai kemerdekaan sesungguhnya terutama dalam aspek mentalitas dan ketergantungan ekonomi.
“Bukan merdeka yang semu seperti hari ini. Merdeka yang semu kalau kita bicara mental, secara ekonomi, secara politik, itu merdeka penuh,” tambah dia.
Terakhir, Pontjo mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali pada nilai-nilai kejujuran berpikir dan integritas moral dalam membangun masa depan Indonesia. Ia meyakini bahwa pondasi negara yang kuat hanya bisa berdiri di atas pemikiran yang objektif.
“Harus dengan pemikiran yang jernih, lurus, yang murni, baik secara intelektual maupun secara moral dan sebagainya. Baru itu bisa membangun masa depan,” pungkas dia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar