get app
inews
Aa Text
Read Next : Chika Malau, Anak Depok Insinyur Pertamina Masuk Final Puteri Indonesia

Walkot Supian Suri Fokus Bangun 5 Proyek Urai Kemacetan di Depok Tahun 2026

Selasa, 03 Maret 2026 | 13:41 WIB
header img
Wali Kota Depok Supian Suru fokus bangun 5 proyek untuk mengurai kemacetan di Depok tahun 2026. Foto: Heru S

DEPOK, iNews Depok.id - Wali Kota Depok Supian Suru fokus bangun 5 proyek untuk mengurai kemacetan di Depok tahun 2026.

Supian Suri yang sudah memimpin Depok sejak 1 tahun lalu, menyatakan persoalan besar Depok adalah kemacetan lalu lintas. 

"Apa yang menjadi kebutuhan Kota Depok, adalah mengurai kemacetan," kata Supian Suri, Selasa (3/3/2026). 

Supian menyebut ada 5 proyek infrastruktur untuk mengurai kemacetan Depok tahun 2026, yakni:

1. Pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda 

Jalan Enggram dan Jalan Pemuda di bangun untuk mengurai kemacetan di Jalan Raya Sawangan. 

"Kami masih fokus pada Jalan Raya Sawangan. Tahun ini, insyaallah kami akan membangun Jalan Enggram dan Jalan Pemuda sebagai bagian dari upaya mengurangi beban lalu lintas di Jalan Raya Sawangan,” ujarnya. 

Pembangunan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda dirancang sebagai jalur alternatif yang dapat mendistribusikan arus kendaraan, sehingga beban Jalan Raya Sawangan tidak lagi terpusat pada satu koridor utama.

Strategi ini dinilai penting untuk mengurai bottleneck yang selama ini terjadi pada jam sibuk, terutama pagi dan sore hari ketika arus kendaraan menuju pusat aktivitas meningkat signifikan.

2. Pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan Sawangan dan kawasan Parung Bingung.

Langkah ini enjadi bagian dari skema peningkatan kapasitas jalan yang dinilai tidak lagi memadai menampung volume kendaraan saat ini.

Pertumbuhan kawasan permukiman di sekitar Sawangan dan Parung Bingung turut berkontribusi terhadap lonjakan mobilitas harian.

Oleh karena itu, pelebaran jalan dianggap sebagai solusi jangka menengah untuk memperbesar daya tampung lalu lintas.

Pemkot menargetkan proses pembebasan lahan dapat berjalan paralel dengan tahapan perencanaan teknis, sehingga eksekusi fisik dapat dilakukan tanpa hambatan administrasi yang berarti.

3. Jembatan Serong menuju Jalan Muhidin.

Kawasan ini dinilai strategis karena akan menjadi jalur keluar masuk kendaraan setelah exit tol Tanah Merah beroperasi.

“Kami akan merapikan dan melebarkan jalan dari Jembatan Serong menuju Jalan Muhidin. Di sana nanti akan ada akses keluar tol dari Tanah Merah, sehingga jangan sampai ketika tol beroperasi justru menimbulkan kemacetan baru. Nanti akan kami lebarkan,” jelasnya.

Pelebaran Jalan Muhidin menjadi bagian integral dari rencana besar integrasi jaringan jalan kota dengan akses tol.

Pemerintah daerah menilai kesiapan akses tol harus dirancang sejak awal agar tidak menciptakan titik kemacetan baru yang justru memindahkan masalah ke lokasi lain.

“Pembebasan lahan untuk Jalan Muhidin menjadi kewajiban kami agar akses keluar-masuk tol dapat lebih mudah dan lancar,” katanya.

Penataan dimulai dari kawasan Jembatan Serong pada tahun ini sebagai tahap awal, sementara pelebaran Jalan Muhidin ditargetkan terealisasi pada 2027 atau paling lambat 2028.

4. Pembebasan Lahan untuk Pembangunan Underpass Citayam

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Depok, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bogor. 

Underpass Citayam diharapkan mampu mengurai kepadatan di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi sumber antrean panjang kendaraan, terutama saat jadwal perjalanan kereta meningkat.

Sinergi lintas daerah menjadi kunci keberhasilan proyek ini mengingat posisi Citayam yang berada di wilayah perbatasan administratif.

5. Akses Menuju Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) 

Supian menyebutkan perlunya kelanjutan pembangunan underpass di wilayah terusan Jalan Juanda guna mendukung aksesibilitas layanan kesehatan.

“Banyak pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan. Saya bersama Pak Wakil berkomitmen menuntaskan program-program prioritas ini. Mohon doa dan dukungan agar alokasi anggaran mencukupi serta masyarakat dapat memahami prioritas pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur,” ungkapnya.

Supian menyampaikan bahwa pembebasan lahan untuk proyek tersebut akan dimulai tahun depan sesuai komitmen pemerintah provinsi.

“Untuk underpass akses RSUI, tadi Pak Gubernur berkomitmen bahwa tahun depan akan dimulai pembebasan lahannya. Mohon doanya agar seluruh proses berjalan lancar dan sesuai rencana,” pungkasnya.

Percepatan infrastruktur di Depok menjadi bagian dari visi pembangunan kota yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Dengan kombinasi pembangunan jalan baru, pelebaran koridor eksisting, penataan akses tol, hingga proyek underpass, Pemkot Depok menargetkan terciptanya sistem transportasi yang lebih efisien.

Kemacetan yang selama ini menjadi keluhan utama warga diharapkan dapat ditekan secara bertahap melalui pendekatan komprehensif.

Pembangunan infrastruktur tidak hanya dipandang sebagai proyek fisik, tetapi sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut