Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polri Dinilai Jadi Ujung Tombak Jaga Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus
Advertisement . Scroll to see content

Penyegelan Toko Perhiasan Mewah di Senayan Dinilai Kurang Proporsional

Sabtu, 14 Februari 2026 | 11:14 WIB
  • author Tim iNew Depok
Penyegelan Toko Perhiasan Mewah di Senayan Dinilai Kurang Proporsional
Ilustrasi perhiasan emas. (Foto: ist)

JAKARTA, iNewsDepok.id - Tindakan penyegelan toko Tiffany & Co oleh Bea Cukai Kanwil Jakarta kini menuai kritik dari sisi hukum administrasi

Koordinator Himpunan Aktivis Milenial Indonesia, Faris, menilai langkah tersebut terlalu represif jika masalahnya masih sebatas dugaan pelanggaran administratif kepabeanan yang seharusnya bisa diselesaikan melalui klarifikasi dokumen atau denda.

Menurut Faris, penyegelan merupakan tindakan paksa yang berdampak besar pada ekonomi dan reputasi, sehingga idealnya menjadi upaya terakhir atau ultimum remedium. 

"Berdasarkan prinsip proporsionalitas, tindakan pejabat pemerintah harus seimbang dengan tujuan yang dicapai dan tidak boleh melampaui kebutuhan mendesak, terutama jika belum ada bukti kuat mengenai penghilangan barang atau kesengajaan menghindari kewajiban negara," kata dia, Sabtu, 14 Februari 2026.

Selain itu, koordinasi antara Penyidik Pegawai Negeri Sipil dengan pihak Polri serta otoritas pusat Bea Cukai sangat penting untuk menghindari cacat prosedural. 

Penindakan yang terkesan selektif pada merek tertentu tanpa konsistensi yang jelas dikhawatirkan dapat merusak kepercayaan dunia usaha dan menciptakan ketidakpastian hukum.

Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea Cukai Pusat diharapkan segera melakukan pendalaman untuk memastikan prosedur yang dijalankan sudah sesuai aturan. 

Transparansi sangat dibutuhkan agar penegakan hukum tetap kredibel, objektif, dan mencerminkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik di mata publik.

Editor: Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut