get app
inews
Aa Text
Read Next : Ekspansi Strategis di Wilayah Penyangga Jakarta Perkuat Fundamental Bisnis

Anomali Pasar Modal: Sinyal Re-Rating Valuasi di Tengah Lonjakan Harga Saham Properti

Kamis, 08 Januari 2026 | 20:30 WIB
header img
Mengawali kalender perdagangan 2026, dinamika menarik terjadi pada sektor properti dengan munculnya pergerakan agresif pada saham berkode DADA. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsDepok.id – Mengawali kalender perdagangan 2026, dinamika menarik terjadi pada sektor properti dengan munculnya pergerakan agresif pada saham berkode DADA.

Tercatat, instrumen ini mengalami lonjakan harga hingga 35% hanya dalam kurun waktu 15 menit perdagangan, bergerak keluar dari zona stagnasi level Rp50 menuju area harga yang lebih kompetitif. Fenomena ini menarik perhatian pelaku pasar karena disertai dengan volume transaksi yang solid, yang sering kali diinterpretasikan sebagai indikasi masuknya smart money.

Kenaikan tajam ini dipandang oleh sejumlah analis sebagai fase awakening atau kebangkitan transisi dari saham yang kurang likuid menjadi aset dengan growth story yang mulai diperhitungkan. Pergerakan harga tersebut dinilai bukan sekadar fluktuasi spekulatif, melainkan respons pasar terhadap proses re-rating valuasi.

Secara fundamental, pasar mulai melakukan penyesuaian harga seiring dengan rilis data kinerja keuangan terbaru. Tercatat adanya pertumbuhan laba bersih yang signifikan secara kuartalan (quarter-on-quarter), dengan akselerasi hingga ratusan persen dari kuartal II ke kuartal III. Pertumbuhan bottom line yang masif ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa nilai intrinsik perusahaan saat ini telah melampaui harga pasar sebelumnya yang berada di level fundamental bawah.

Direktur & CEO PT Diamond Citra Propertindo Tbk, Bayu Setiawan, mencatat bahwa lonjakan laba ini merupakan indikator riil dari keberhasilan strategi adaptif perusahaan di tengah pemulihan sektor properti. Validasi kinerja yang datang lebih awal daripada reaksi harga memberikan pijakan kuat bagi pelaku pasar untuk menggeser pendekatan mereka, dari sekadar perdagangan jangka pendek (short-term trading) menuju strategi simpan (holding) jangka menengah.

"Pertanyaan di pasar kini bukan lagi mengenai alasan kenaikan harga, melainkan sejauh mana proses revaluasi ini akan berlanjut seiring dengan perbaikan fundamental yang nyata," jelas Bayu dalam keterangan resminya, Kamis (8/1/2026).

Meski menunjukkan tren positif, keberlanjutan proses revaluasi ini tetap bergantung pada kemampuan emiten dalam menjaga konsistensi penjualan dan realisasi proyek sesuai target. Para pelaku pasar tetap perlu mencermati variabel makroekonomi seperti fluktuasi suku bunga, daya beli masyarakat pada segmen residensial, serta volatilitas sektor properti secara keseluruhan.

Di tengah meningkatnya selektivitas investor di bursa, transformasi emiten kecil yang mampu memperbaiki kinerja keuangan menjadi daya tarik tersendiri. Momentum kebangkitan ini diharapkan menjadi katalis korporasi yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi para pemegang saham seiring dengan bergulirnya siklus pemulihan ekonomi nasional.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut