Asa UMKM Berharap Pemerintah dan DPR Akses Modal dan Perizinan

Dia juga mengungkap kendala-kendala yang ia alami. Salah satunya yakni persaingan pasar di sektor online. Bahkan, ia harus rela menekan keuntungan demi membuat produknya lebih murah.
"Saat ini jalan mau empat tahun. Saat ini tantangannya persaingan pasar ya. Utamanya waktu berjualan online. Kita enggak ngerti kok mereka (yang di online) bisa menghitung harga jual yang murah banget. Bahkan ada produk yang kita samakan harganya, tapi harus kita press keuntungan kita sendiri," tuturnya.
"Ini persaingan paling berat. Mungkin kita enggak bisa bersaing dengan harga, tetapi kita bisa bersaing dengan kualitas," lanjutnya.
Dia juga berharap kepada DPR untuk mendorong perbaikan program pelatihan. Dia ingin acara-acara yang diadakan oleh dinas terkait bisa lebih baik. Sebab, kebanyakan pelatihan UMKM hanya didominasi oleh pelatihan bidang kuliner.
"Sejujurnya bagus acara-acara itu, tapi pelatihannya masih didominasi bidang kuliner. Sedangkan yang kriya masih belum banyak," tuturnya.
Pandangan lain terkait kendala yang dialami UMKM disampaikan oleh Rachelthera Triyati. Rachel mempunyai pengalaman belasan tahun mendampingi UMKM. Dia juga merupakan Ketua Umum Galeri Etnik Nusantara.
Berdasarkan pengalamannya, kendala UMKM selalu terkait dengan ketekunan. Dia melihat bahwa banyak UMKM yang tidak mau berkorban lebih dahulu.
"Kendala UMKM itu tidak setia, tidak mau berkorban, tidak tekun," ujarnya.
Editor : M Mahfud