DEPOK, iNews Depok.id - Publik cemas gara-gara Saepul, pelaku mutilasi di Depok idap HIV pernah donor darah di Depok pada awal tahun 2026. Palang Merah Indonesia (PMI) Depok blak-blakan ungkap fakta.
Kecemasan publik dimaklumi Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Depok, dr. Widya Astriyani saat wawancara dengan iNews Depok, Kamis (13/8/2026).
Kejadian keji mutilasi dilakukan Saepul alias Saepullah (26) terhadap Kunaefi (51) pada 23 Juli 2026.
Dari penyelidikan polisi, keduanya terungkap berkenalan di komunitas kencan Hornet. Saepul mengiming-imingi Kunaefi hubungan seks sesama jenis.
Saepul sebenarnya juga bermotif merampok sepeda motor, HP, dan harta Kunaefi. Terbukti seusai mutilasi, harta Kunaefi dijual Saepul.
Kejadian mutilasi diketahui publik seiring dengan penemuan tubuh tanpa kaki pada 4 Agustus 2026 di Depok. Polisi berhasil membekuk Saepul di Panimbang Pandeglang pada 5 Agustus 2026.
Perkembangan terbaru, Saepul ternyata idap HIV dan rutin donor darah. Pada awal 2026, berdasarkan keterangan Kompol Dimitri Mahendra, Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Saepullah ikut donor darah massal Palang Merah Indonesia (PMI) di kawasan Grand Depok City (GDC).
Publik pun cemas. Muncul kekhawatiran darah Saepul beredar untuk transfusi darah.
Namun kekhawatiran ditepis Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Depok, dr. Widya Astriyani.
dr. Widya menyebut sebenarnya secara kode etik, dia tak boleh menyebut nama pendonor darah yang terinfeksi HIV. Namun karena nama Saepul terkait HIV sudah disebut polisi, maka tak ada pilihan lain, dia harus memberikan keterangan detil demi meredam kecemasan warga.
"Banyak yang menanyakan ke saya soal donor darah Saepul dari seluruh Indonesia. Ini sekaligus klarifikasi" kata dr. Widya.
"Kantong darah Saepul tak dipakai, tak lolos skrining penyakit infeksi," kata dr. Widya.
Menurut dr. Widya, donor darah dari setiap orang harus lolos skrining 4 penyakit menular yakni hepatitis B, hepatisi C, sifilis dan HIV.
Dia menyebut pemeriksaan 4 penyakit menular ini menjadi komponen terbesar dalam pemeriksaan kelayakan darah. "Alatnya canggih, di Depok kita sudah punya," jelas dr. Widya.
dr. Widya Astriyani mengungkapkan begitu muncul berita pada Rabu (12/8/2026) sore, bahwa Saepul pengidap HIV pernah donor darah di Depok, dia langsung mengecek data di SIMDONDAR yakni Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah.
"Betul yang bersangkutan ikut donor darah PMI Depok di GDC pada 2 Januari 2026," kata dokter ahli patologi klinis ini.
Dia mengungkapkan begitu diperiksa, darah Saepul langsung positif kandungan HIV. Pemeriksaan diulang kedua kali dan hasilnya sama.
PMI Depok lalu memanggil Saepul datang dan direkomendasikan menjalani pemeriksan, pengobatan dan pendampingan di Puskesmas.
"Kalau untuk donor darah, skrining kita sangat ketat. Darah yang tak lolos langsung dimusnahkan, tak dipakai," tandas dr. Widya.
Untuk itu dr. Widya berharap publik tak cemas terkait kualitas darah dari PMI. "Kita sangat paham, ketersediaan darah itu menyangkut nyawa, jadi seleksi kita sangat ketat baik saat donor darah, skrining, dan penyimpanan," pungkas dr. Widya kembali menegaskan.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
