Kurangi Impor Minyak, Indonesia Perlu Percepatan Transisi Energi Bersih

Novi
Pemutaran perdana film dokumenter Energi Untuk Negeri yang digagas oleh Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (1/9). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Depok.id– Ketergantungan Indonesia pada pasokan minyak impor dan dominasi batu bara sebagai pembangkit listrik masih menjadi beban serius bagi perekonomian nasional. 

Selain memicu risiko finansial, keterbatasan akses listrik di kawasan terpencil juga menunjukkan belum meratanya energi di tanah air.

Isu krusial tersebut mengemuka dalam pemutaran perdana film dokumenter Energi Untuk Negeri yang digagas oleh Climate Policy Initiative (CPI) Indonesia di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (1/9). 

Film ini membedah lanskap transisi energi bersih dari berbagai sudut pandang—mulai dari ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, kesiapan industri lokal, hingga penciptaan lapangan kerja hijau (green jobs).

Dalam ajang diskusi tersebut, Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa percepatan peralihan menuju Energi Baru Terbarukan (EBT) bukan sekadar aksi pengurangan emisi karbon, melainkan strategi nyata memperkuat perekonomian nasional. Menurutnya, keberhasilan transisi energi diukur dari sejauh mana kebijakan tersebut mampu menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.

Guna mencapai sasaran tersebut, sektor manufaktur dalam negeri dituntut untuk bertransformasi melalui penguatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Langkah ini harus diimbangi dengan program upskilling dan reskilling tenaga kerja agar mampu bersaing di era industri hijau.

Di sisi lain, permodalan menjadi kunci utama realisasi energi bersih. Direktur CPI Indonesia, Tiza Mafira, menggarisbawahi pentingnya optimalisasi pembiayaan domestik ketimbang bergantung pada arus modal asing yang fluktuatif. Investasi dalam negeri dinilai memberikan manfaat ekonomi langsung yang akan berputar kembali untuk memperluas akses listrik dan menciptakan lapangan kerja baru di tanah air.

Tak kalah penting, keterlibatan publik menjadi pilar penentu keberhasilan transisi ini. Aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata mengajak masyarakat untuk mulai mengubah pola pikir dan memanfaatkan potensi energi terbarukan melimpah yang dimiliki Indonesia, seperti energi surya. 

Menurutnya, edukasi dan kesadaran bersama merupakan langkah awal menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

 

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network