"Informasi terbaru dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa, namun ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal," tuturnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, bentrokan dipicu perselisihan yang bermula di sebuah tempat makan.
"Jadi ada kelompok dari yang diserang ini datang mau beli sarapan, kemudian mungkin tidak dilayani dengan baik atau tidak berkenan, sehingga menggeber kendaraannya. Kemudian dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut," jelas Roby.
Setelah gerobak dirusak, warga sekitar disebut melakukan aksi balasan yang kemudian berkembang menjadi bentrokan antarkelompok.
"Kemudian dari kejadian perusakan tempat penjualan itu, dibalas oleh warga sekitar menyerang tempat dari kelompok tersebut, nah sehingga terjadilah keributan tersebut," katanya.
Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa puing bangunan yang terbakar, kendaraan yang hangus terbakar, jejak darah, hingga batu yang berlumuran darah.
"Di TKP kita menemukan ada puing-puing dari bangunan yang terbakar, juga ada kendaraan yang terbakar, juga jejak darah dan batu yang berlumuran darah," ujarnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
