Wabah kali ini disebabkan oleh spesies virus Ebola Bundibugyo. Hingga saat ini belum tersedia vaksin yang secara khusus ditujukan untuk melawan jenis virus tersebut.
langkah antisipasi, Prancis telah membentuk sistem pemantauan khusus bagi pekerja kemanusiaan dan relawan yang kembali dari DR Kongo. Pemerintah berharap deteksi dini dapat dilakukan untuk mencegah munculnya kasus tambahan.
Menurut data dari Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC) dan otoritas kesehatan masyarakat Amerika Serikat, wabah Ebola yang sedang berlangsung saat ini berpotensi menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.
Di Kongo, penyebaran kasus masih terkonsentrasi di provinsi Ituri, Kivu Selatan, dan Kivu Utara. Provinsi Ituri menjadi pusat penularan utama dengan lebih dari 90 persen kasus terkonfirmasi berasal dari wilayah tersebut.
WHO juga mengingatkan bahwa konflik bersenjata yang berlangsung di kawasan timur DR Kongo menjadi tantangan besar dalam upaya penanganan wabah. Kelompok pemberontak M23 dilaporkan masih menguasai sebagian wilayah Kivu Utara dan Kivu Selatan, sehingga menyulitkan akses tenaga medis dan distribusi bantuan kemanusiaan.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
