KINSHASA, iNews Depok.id - Wabah Ebola kembali mengamuk dengan menewaskan 223 orang di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo) dalam 2 pekan ini.
Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengunjungi DR Kongo 28-30 Mei 2026 untuk memberikan dukungan negara tersebut dalam mengatasi wabah Ebola.
"Republik Demokratik Kongo telah menghadapi Ebola sebanyak 16 kali sebelumnya. Ini adalah yang ke-17," kata Ghebreyesus dalam konferensi pers bersama Menteri Kesehatan DR Kongo, Roger Kamba, Sabtu (30/5/2026).
Ghebreyesus bertemu dengan para pejabat senior DR Kongo dan menyatakan keyakinannya bahwa negara tersebut sepenuhnya mampu mengatasi wabah terbaru ini.
Ebola menyerang Provinsi Ituri, timur laut DR Kongo, dalam 2 pekan ini. WHO mencatat terjadi sebanyak 906 kasus dan 223 orang diantara tewas.
Namun perkiraan yang lebih mengkhawatirkan disampaikanPusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) awal pekan ini. Afrika CDC mencatar 1.077 kasus dan 246 kematian hingga Kamis kemarin (28/5/2026).
Dirjen WHO meminta warga setempat untuk berhati-hati saat menguburkan korban wabah dan segera mencari bantuan medis jika mereka menunjukkan gejala.
Cepatnya laju wabah mematikan Ebola disuarakan dr. Alan Gonzalez, Wakil Direktur Operasi untuk Médecins Sans Frontières (MSF).
"Situasinya sangat mengkhawatirkan dan menjadi sumber kecemasan yang sah bagi masyarakat dan petugas kesehatan garda depan. Belum pernah sebelumnya wabah Ebola mencatat begitu banyak kasus dalam waktu singkat," ceplos Alan Gonzalez.
Wabah Ebola melibatkan strain Bundibugyo, varian langka dan sangat mematikan dengan tingkat kematian yang dilaporkan antara 25% dan 50%.
Tidak ada vaksin atau pengobatan khusus yang disetujui untuk strain ini. Virus ini diyakini menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terinfeksi.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
