Terobosan Terapi Biologis untuk Pasien Autoimun Lupus, Begini Cara Kerjanya

Mada Mahfud
Inovasi pengobatan anifrolumab, terapi biologis yang menjadi harapan baru bagi penderita penyakit lupus. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Depok.id - Kabar menggembirakan untuk penderita penyakit autoimun lupus dari terapi biologis anitofrolumab. 

Pengobatan biologis ini menjanjikan terapi yang lebih terarah untuk membantu pasien lupus (Systemic Lupus Erythematosus/SLE). 

Indonesia mencatat sekitar 1,4 juta pasien lupus dengan tingkat mortalitas 8,1%, menjadi salah satu tertinggi di dunia. Tingginya tingkat kematian karena masih banyak pasien yang terlambat terdiagnosis. 

"Salah satu inovasi terbaru adalah anifrolumab, terapi biologis pertama di Indonesia untuk lupus," kata dr. Feddy, Medical Director AstraZeneca Indonesia dalam keterangan, Kamis (28/5/2026). 

dr. Freddy mengungkapkan terapi anifrolumab bekerja dengan menargetkan jalur Interferon Tipe I.

"Anifrolumab bekerja dengan menghambat sinyal melalui reseptor interferon tipe I, jalur yang diketahui berperan dalam patogenesis lupus SLE," tutur Freddy. 

Menerut dr. Freddy pemahaman yang lebih mendalam terhadap mekanisme penyakit, termasuk peran interferon tipe I, membuka peluang untuk menghadirkan opsi terapi yang dapat membantu mengontrol aktivitas penyakit secara cepat dan konsisten, mencapai remisi, serta perlindungan dari kerusakan organ dalam jangka panjang.

Sementara itu ahli penyakit autoimun, dr. Sandra Sinthya Langow, SpPD-KR menyatakan penyakit lupus SLE sering disebut sebagai penyakit seribu wajah karena gejalanya sangat beragam dan tidak spesifik. 

"Pasien dapat mengalami kelelahan ekstrem, nyeri sendi, ruam kulit, hingga keterlibatan organ seperti ginjal dan sistem saraf. Gejala tersebut dapat muncul secara bertahap maupun tiba-tiba, sehingga sering kali membuat proses diagnosis menjadi lebih panjang,” kata dr Sandra. 

Secara klinis, SLE dipicu oleh aktivitas sistem imun yang berlebihan. Salah satu mekanisme penting yang berperan dalam proses inflamasi pada SLE adalah jalur Interferon Tipe I yang dapat membuat tubuh berada secara terus menerus dalam kondisi menyerang dirinya sendiri. 

Jika tidak terdeteksi dan ditangani secara tepat, peradangan kronis ini dapat menyebabkan kerusakan organ yang bersifat permanen.

“Tantangan yang sering kami temui di praktik klinis adalah keterlambatan diagnosis akibat gejala yang menyerupai penyakit lain. Pada banyak kasus, pasien baru terdiagnosis ketika sudah terjadi kerusakan organ, sehingga kondisinya menjadi lebih kompleks,” tambah dr. Sandra.

Keterlambatan diagnosis dan penanganan SLE dapat memberikan dampak dan berpengaruh terhadap pasien. Data menunjukkan sekitar 82% pasien mengalami penurunan produktivitas akibat kelelahan; 43,9% mengalami ketidakhadiran di sekolah atau pekerjaan; 32,5% terpaksa berhenti bekerja sepenuhnya; dan sekitar 50% menghadapi dampak psikologis yang signifikan akibat perjalanan penyakit yang panjang.

dr. Sandra juga menambahkan, meski SLE merupakan penyakit kronis, pasien tetap memiliki harapan untuk menjalani hidup berkualitas baik. 

"Kuncinya adalah kontrol rutin, pemantauan dokter secara berkala, serta kepatuhan dalam menjalani terapi optimal. Dengan terapi yang optimal dan berkelanjutan, maka pasien berpeluang mencapai remisi yang lebih dini dan berkelanjutan, serta terlindungi dari risiko kerusakan organ jangka panjang," jelas dr. Sandra. 

Esra Erkomay, Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia menyatakan pihaknya berkomitmen untuk memajukan layanan bagi pasien dengan penyakit kronis dan kompleks melalui inovasi, riset, dan kolaborasi. 

"Kami berharap dapat mendukung pemahaman penyakit yang lebih baik, diagnosis yang lebih dini, serta penanganan yang lebih tepat, sehingga semakin banyak penyandang SLE di Indonesia dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik," harap Esra Erkomay. 

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network