Untuk hulu, sosialisasi pemilahan sampah akan digencarkan ke masyarakat secara langsung dan sekolah-sekolah. Sosialisasi akan melibatkan tokoh masyarakat dan komunitas yang peduli lingkungan hidup.
”Sampah harus dipilah di hulu yakni sampah organik dan anorganik. Sampah organik nanti akan diolah baik menjadi kompos dan sebagian lagi jadi bahan baku untuk maggot,” ujarnya.
Reni mengungkapkan sampah organik ini jumlahnya sekitar 60 persen. Jika tahap pengolahan di hulu berhasil maka jumlah sampah akan berkurang signifikan.
Selanjutnya di bagian tengah, Reni menyatakan akan meningkatkan efektifitas 27 Unit Pengolahan Sampah (UPS) yang tersebar di Kota Depok.
”Sampah anorganik nanti akan diolah menjadi RDF untuk bahan bakar industri,” terang Reni.
Sedangkan di hilir, sampah timbulan baru yang tak terolah di tahap hulu dan tengah, akan dikirim ke PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik) Kayumanis Bogor. ”Ini akan efektif pada tahun 2028, Pemkot Depok sudah kerja sama dengan PSEL Kayumanis,” ujar Reni.
Sedangkan sampah timbulan lama di TPA Cipayung yang jumlahnya mencapai 2,8 juta juta ton akan diolah dan dipadatkan.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
