Darmizal menekankan bahwa dalam pertemuan itu, Joko Widodo kembali menunjukkan kebesaran jiwa sebagai seorang negarawan sejati.
Dengan ketulusan hati, Jokowi menyatakan kesediaannya untuk memberikan maaf kepada Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis atas segala hal yang terjadi di masa lalu.
Sikap tersebut dinilai mencerminkan karakter kepemimpinan yang mengutamakan persatuan bangsa di atas kepentingan pribadi.
Pertemuan silaturahmi ini kemudian menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Polda Metro Jaya dalam memproses penerapan Restorative Justice.
Kesediaan Joko Widodo untuk memaafkan membuka jalan bagi penyelesaian perkara secara berkeadilan dan bermartabat.
"Pendekatan ini mengedepankan pemulihan hubungan dan harmonisasi sosial sesuai nilai luhur bangsa Indonesia," kata dia.
ReJO Prabowo-Gibran berharap momentum ini menjadi titik awal bagi penguatan persatuan nasional di tengah dinamika politik yang ada. Semangat saling memaafkan harus terus dipupuk oleh seluruh elemen masyarakat.
Sekjen ReJO Muhammad Rahmad menambahkan bahwa pertemuan tersebut adalah bagian dari upaya merekatkan bangsa. ReJO berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga harmoni sosial serta mendorong terciptanya iklim politik yang sehat, demokratis, dan beradab demi mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
