Ada 71 peserta didik dari Jawa bahkan dari luar Pulau Jawa. Salah satunya siswa dari Pekanbaru, yang rela mengikuti bimbel mewah agar cita-cita masuk perguruan tinggi tercapai.
"Tingkat kelulusan untuk masuk kampus perguruan tinggi di tempat ini lebih banyak daripada tempat bimbel lain," kata Nayyara, Rabu (10/5/2023).
Sementara itu, CEO Bimbel Latis Supercamp, Pipin Indah Lestari mengatakan, bimbel dengan program karantina ini dilakukan sejak pagi hingga malam. Seluruh siswanya, sengaja menginap di apartemen yang telah disediakan.
"Konsepnya memang konsep karantina, ini berbeda dengan bimbel lainnya. Para siswa yang datang memang menginap di apartemen sini. Para siswa belajar mulai dari jam 08.00 pagi hingga jam 08.00 malam, dengan materi pembelajaran yang akan diujikan nanti," kata Pipin.
Pipin mengaku, biaya yang dikeluarkan memang cukup fantastis. Tarif yang dikenakan mulai dari Rp17 - 85 juta. Namun demikian, pihaknya memberikan garansi jika para siswa tidak lulus.
"Kami memberi garansi bagi siswa yang tidak lulus PTN, mereka gratis biaya bimbel di tahun selanjutnya. Tiap tahun ada 71 calon mahasiswa, dan 100 persen lulus masuk PTN," imbuhnya.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait