Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pecahkan Rekor MURI, PERADI Profesional dan UI Gelar PKPA dengan Peserta Terbanyak
Advertisement . Scroll to see content

Akademisi UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi di Forum 100 Negara di Moskow

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:31 WIB
  • author Iyung Rizki
Akademisi UI Angkat Strategi Teknologi Ramah Anak Komdigi di Forum 100 Negara di Moskow
Akademisi UI, Assoc. Prof. Dr. Devie Rahmawati, CICS mengangkat strategi teknologi ramah anak yang dikembangkan Komdigi RI di Global Digital Forum II 2026 di Moskow. (Foto: Istimewa)

Bahasa daerah juga bukan sekadar warisan budaya yang perlu disimpan.

"Bahasa juga merupakan pintu masuk agar masyarakat dapat memahami pengetahuan, mengakses layanan, dan ikut menentukan masa depan teknologi,” tutur Devie. 

Selain perlindungan masyarakat, Devie menilai langkah diplomasi teknologi Indonesia juga penting untuk diperkuat, sebagaimana gagasan Komdigi yang didorong Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, mengenai pemanfaatan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok teknologi global, termasuk kekayaan mineral kritis, untuk membuka peluang akses komputasi, pengembangan talenta, transfer teknologi, dan kemitraan industri.

Devie menekankan pentingnya kerangka Peta Jalan AI Nasional dan Etika AI untuk mempertemukan agenda investasi, inovasi, keamanan, pendidikan, dan perlindungan publik dalam arah pembangunan yang konsisten.

“Kita sudah memiliki banyak lembaga dan inisiatif yang bergerak. Tantangannya sekarang adalah memastikan semuanya dapat saling menguatkan dalam arah yang jelas. Kedaulatan digital bukan berarti menutup diri dari dunia, melainkan memiliki kemampuan untuk bekerja sama tanpa kehilangan kebebasan menentukan pilihan,” jelasnya.

Bagi Devie, masa depan AI harus dinilai melalui keseimbangan antara kemampuan teknologi dan kesejahteraan manusia, yang dirangkum dalam prinsip 4C (Context × Community × Capability × Care = Meaningful AI).  

Konteks memastikan teknologi memahami kebutuhan nyata. Komunitas menghadirkan partisipasi. Kapabilitas memungkinkan masyarakat menggunakan teknologi. Sementara kepedulian memastikan inovasi tidak meninggalkan kelompok yang paling membutuhkan perlindungan.

Perspektif mengenai pentingnya transformasi digital yang inklusif juga mendapat perhatian dari peserta forum GDF II dari Indonesia. 

Randy Mulyanto, Founder & CEO RadVoice Indonesia, menilai bahwa kemajuan kebijakan digital perlu berjalan beriringan dengan komunikasi publik yang mampu membangun pemahaman dan kepercayaan masyarakat. Menurutnya, langkah Komdigi dalam memperkuat perlindungan anak, literasi digital, dan tata kelola teknologi memberikan landasan penting bagi komunikasi yang tidak hanya memperkenalkan inovasi, tetapi juga menjelaskan manfaat serta tanggung jawab di baliknya.

Sementara itu, Indira Rizky Azzahra dari eCloudvalley Digital Technology menyoroti pentingnya memperkuat kesiapan ekosistem teknologi Indonesia agar perkembangan AI tidak berhenti pada adopsi aplikasi, melainkan turut menghasilkan peningkatan kemampuan nasional.

Menurutnya, pengembangan talenta, infrastruktur komputasi, keamanan data, dan kolaborasi antara pemerintah dengan industri menjadi faktor penting dalam memastikan manfaat AI dapat dirasakan lebih luas.

Bagi Devie, kehadiran berbagai perwakilan Indonesia di forum yang mempertemukan peserta dari lebih dari 100 negara tersebut juga menunjukkan peluang untuk memperluas kerja sama internasional dan memperkenalkan pendekatan transformasi digital Indonesia yang berpusat pada manusia.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut