Dituduh Berpolitik, Jenderal M Jusuf Gebrak Meja Depan Presiden Soeharto
Mendengar tuduhan tersebut, Jenderal M Jusuf merasa harga diri, kehormatan, dan integritasnya sebagai prajurit terusik. Sebagai seorang perwira tinggi berdarah Bugis yang sangat memegang teguh marwah dan kejujuran, ia tidak bisa tinggal diam. Tanpa diduga oleh siapa pun di ruangan tersebut, Jenderal M Jusuf tiba-tiba menggebrak meja rapat dengan sangat keras.
Suasana ruangan yang semula tegang mendadak senyap seketika. Dengan nada suara yang tegas dan emosi yang meluap, M Jusuf menyampaikan bantahannya secara langsung.
Ia menegaskan bahwa dirinya menjadi Menhankam/Pangab semata-mata karena menjalankan perintah Presiden. Sebagai orang Bugis, ia bahkan mengaku awalnya tidak paham arti kata "kemanunggalan" yang berasal dari bahasa Jawa, namun ia tetap menjalankan perintah tersebut dengan sebaik-baiknya tanpa ada ambisi atau tujuan politik apa pun.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar