get app
inews
Aa Text
Read Next : Bandara Soetta Batalkan Sejumlah Penerbangan Akibat Sebaran Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jejak Panjang Gunung Krakatau, Mulai dari Masa Purba hingga Aktivitas Modern

Minggu, 06 September 2026 | 10:27 WIB
header img
- Sejarah letusan Gunung Krakatau mencatat salah satu peristiwa vulkanik paling signifikan di bumi, membentang dari formasi purbanya hingga dinamika aktivitasnya saat ini. Foto: Dok

JAKARTA, iNewsDepok.id - Sejarah letusan Gunung Krakatau mencatat salah satu peristiwa vulkanik paling signifikan di bumi, membentang dari formasi purbanya hingga dinamika aktivitasnya saat ini.

Lahirnya Krakatau Purba

Jauh sebelum mencatatkan namanya dalam sejarah modern, kawasan Selat Sunda dihuni oleh gunung api raksasa yang dikenal sebagai Krakatau Purba. Letusan dahsyat pada masa prasejarah (sekitar abad ke-5 atau ke-6 Masehi) meruntuhkan tubuh gunung tersebut ke dalam laut dan meninggalkan kaldera luas. Dari sisa-sisa reruntuhan tersebut, muncul tiga pulau gunung api: Rakata, Danan, dan Perbuwatan. Seiring berjalannya waktu dan bertumpuknya material letusan, ketiga pulau ini menyatu menjadi Pulau Krakatau.

Bencana Global 27 Agustus 1883

Setelah tertidur selama lebih dari dua abad, Krakatau kembali terbangun pada Mei 1883. Aktivitas ini mencapai puncaknya pada 26–27 Agustus 1883 dalam sebuah bencana cataclysmic:

Daya Hancur: Letusan utama melepaskan energi yang diperkirakan ribuan kali lipat dari kekuatan bom atom Hiroshima dan meruntuhkan dua pertiga tubuh Krakatau ke laut.

Dentuman Dahsyat: Suara letusannya terdengar hingga sejauh 4.800 kilometer di Pulau Rodriguez (dekat Mauritius) dan Alice Springs, Australia.

Tsunami Besar: Runtuhnya material gunung ke laut memicu gelombang tsunami setinggi lebih dari 30 meter yang menyapu pesisir Banten dan Lampung, menelan lebih dari 36.000 korban jiwa.

Perubahan Iklim: Debu vulkanik yang melontar hingga lapisan stratosfer menutupi sinar matahari, menurunkan suhu rata-rata global sebesar 1,2°C dan membiaskan warna langit di berbagai belahan dunia selama beberapa tahun.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut