Rantis Brimob dan Pasukan Bersenjata Lengkap Jaga Ketat Mabes Polri, Ada Apa?
JAKARTA, iNewsDepok.id – Pemandangan yang tidak biasa terlihat di sekitaran Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan. Sejumlah kendaraan taktis (rantis) milik Satuan Brigade Mobil (Brimob) tampak disiagakan di area markas besar kepolisian tersebut.
Berdasarkan pantauan pada Kamis (9/7/2026), pengetatan keamanan ekstra seperti ini tidak pernah terlihat pada hari-hari biasanya. Penjagaan ketat ini muncul di tengah langkah masif tim gabungan Polri yang sedang gencar mengusut tiga kasus dugaan korupsi besar, yakni PLN Batu Bara, Asabri, dan Krakatau Steel, yang merupakan instruksi serta atensi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
Sebanyak enam unit mobil rantis terpantau bersiaga di lokasi. Sekira pukul 11.25 WIB, iring-iringan kendaraan taktis tersebut mulai melakukan pergerakan bersama personel berseragam lengkap menyisir ke arah Jalan Trunojoyo. Sementara itu, akses masuk menuju Mabes Polri kini dijaga jauh lebih ketat dari biasanya. Selain personel Pelayanan Markas (Yanma) yang bertugas rutin, beberapa personel Provos dan Brimob Polri dengan senjata laras panjang ikut bersiaga penuh membantu mengamankan area gerbang masuk.
Mengenai kehadiran mobil rantis serta penebalan pasukan di Mabes Polri tersebut, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Edison Isir memberikan klarifikasinya. Ia menyatakan bahwa pengamanan yang dilakukan hari ini sudah sesuai dengan standar operasional prosedur baku yang berlaku di kepolisian dan tidak mengganggu pelayanan publik.
“Warga masyarakat yang membutuhkan pelayanan Polri tetap dilayani dengan mudah di Mabes Polri,” ujar Johnny saat dikonfirmasi.
Aksi pengetatan keamanan di markas komando ini diduga kuat berkaitan dengan eskalasi perkara setelah digelarnya operasi penggeledahan maraton oleh Polri di 12 lokasi berbeda. Salah satunya terjadi saat penindakan di kafe de’Clan Signature, di mana tim penyidik berhasil membongkar keberadaan sebuah brankas rahasia tersembunyi. Di dalam brankas tersebut, petugas menemukan uang asing senilai SGD 3.130.000 dalam pecahan SGD 100, USD 889.965, serta uang tunai rupiah sebesar Rp 259.159.000, yang jika ditotal seluruhnya mencapai nilai Rp60 miliar.
Operasi senyap yang tidak kalah mencengangkan juga terjadi di kawasan hunian elite Sentul. Kepala Kortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto, mengungkap secara langsung hasil penggeledahan sebuah rumah mewah yang beralamat di Parahyangan Golf 2 tersebut. Menurut penjelasannya, tumpukan emas batangan seberat puluhan kilogram dan tumpukan lembaran uang asing ditemukan tersimpan rapi di dalam sebuah brankas yang terkunci rapat.
“Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi 7 koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800. Kemudian Rp100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai 476 miliar,” ucap dia.
Selain mengamankan harta karun bernilai fantastis tersebut, tim penyidik juga menyita sejumlah dokumen penting, telepon genggam, hingga foto keluarga dari dalam rumah mewah itu. Kendati demikian, hingga kini Polri belum membeberkan siapa sosok asli yang memiliki rumah di kawasan Parahyangan Golf tersebut. Totok menegaskan bahwa fokus utama petugas saat ini adalah mengamankan seluruh barang bukti kejahatan tersebut untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.
“Kami juga telah melakukan penyitaan beberapa dokumen-dokumen termasuk handphone, kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan,” tutupnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar