Tampil di WEF AMNC 2026, Mangkoenagoro X Paparkan Strategi Ubah Budaya Jadi Nilai Ekonomi
Sesi tersebut juga menjadi forum dialog lintas peradaban. Mangkoenagoro X berdialog dengan Menteri Nomin Chinbat dari Mongolia, yang negerinya Mangkoenagoro X sebut sebagai contoh nyata bagaimana warisan nomadik yang berusia ribuan tahun dapat dipadukan secara organik dengan pembangunan bangsa modern.
Mangkoenagoro X menuturkan bangsa-bangsa Asia yang mewarisi peradaban panjang dapat memanfaatkan keunikan budayanya sebagai landasan kepercayaan diri kolektif, bukan beban masa lalu.
Mongolia, Korea Selatan, dan Jepang turut disebut Mangkoenagoro X sebagai cermin bagi Asia tentang bagaimana identitas budaya yang kuat dapat dikonversi menjadi keunggulan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan.
Mangkoenagoro X memaparkan Pura Mangkunegaran di Solo sebagai model nyata dari prinsip yang ia sampaikan. Institusi yang tahun ini genap berusia 269 tahun – lebih dari tiga kali usia Republik Indonesia – mencatat lebih dari 120.000 kunjungan pada tahun 2024.
Aktivasi yang diinisiasi Mangkunegaran memberikan efek pengganda ekonomi yang signifikan bagi Solo seperti upacara Pergantian Tahun Jawa Sura, mampu menggerakkan dampak ekonomi lebih dari US$1 juta dalam satu malam, sementara ajang lari tahunan Mangkunegaran Run menciptakan sirkulasi ekonomi lebih dari US$ 4,5 juta dalam tiga hari.
Mangkoenagoro X menantang paradigma konvensional pembangunan yang kerap menempatkan budaya sebagai beban anggaran atau kegiatan pelestarian semata.
“Budaya adalah infrastruktur. Bukan infrastruktur fisik, melainkan infrastruktur sosial. Budaya menciptakan kepercayaan, memperkuat identitas, dan membangun kohesi sosial. Dan pada waktunya, budaya juga mendorong ketahanan ekonomi," terangnya.
Editor : M Mahfud