get app
inews
Aa Text
Read Next : Hari Jadi ke-26 Kota Depok, Anggota DPRD Binton Nadapdap Sebut Momen Wujudkan Depok Maju dan Toleran

Survei LPI Menunjukkan Figur Jokowi Dongkrak Citra Positif PSI

Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:45 WIB
header img
Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas.Foto: ist

JAKARTA, iNewsDepok.id - Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) merilis hasil survei nasional bertajuk Pengaruh Sosok Jokowi terhadap Citra Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Pandangan Masyarakat.

Survei yang digelar secara daring pada pertengahan Juni 2026 ini melibatkan 1.922 responden di 32 provinsi.

Hasilnya menunjukkan bahwa figur Joko Widodo memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam mendongkrak citra positif dan tingkat kepercayaan publik terhadap PSI.

Direktur Riset dan Kebijakan Politik LPI, Fernando Emas, menjelaskan bahwa fenomena ini mencerminkan realitas politik Indonesia yang masih bertumpu pada kekuatan figur.

Melalui survei ini, terlihat adanya transfer citra dari Jokowi ke PSI. Sebanyak 70,2 persen responden menilai kedekatan PSI dengan Jokowi mampu meningkatkan citra positif partai, sementara 77,8 persen masyarakat menganggap Jokowi berpengaruh terhadap dukungan publik ke partai tersebut.

Kedekatan ini bahkan membuat mayoritas responden menilai PSI sebagai partai yang merakyat dan mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi, sehingga kedua pihak kini dipandang sebagai satu paket identitas politik.

Selain faktor Jokowi, sosok Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI juga turut memperkuat persepsi positif partai. Mayoritas responden menilai kepemimpinan Kaesang memperkuat kedekatan PSI dengan Jokowi dan memicu ketertarikan mereka terhadap partai tersebut.

Menariknya, daya tarik Kaesang tidak semata karena statusnya sebagai anak presiden, melainkan karena ia dinilai mempresentasikan generasi muda, mampu memperluas pengenalan publik, dan membawa semangat pembaruan dalam politik.

Kombinasi faktor Jokowi dan Kaesang ini pada akhirnya saling memperkuat identitas PSI sebagai partai anak muda yang merepresentasikan politik Jokowi.

Kendati memiliki citra yang positif, survei LPI juga menemukan sebuah tantangan besar terkait elektabilitas. Pengaruh dukungan Jokowi dinilai masih kuat oleh 64,2 persen masyarakat dalam pertimbangan memilih partai, tetapi hal tersebut belum berbanding lurus dengan perolehan suara PSI.

Jika pemilu diadakan saat ini, elektabilitas PSI baru mencapai 1,9 persen, berada di bawah PPP dan masih jauh di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen, sementara peta elektoral masih didominasi oleh partai-partai besar seperti Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, dan PKS.

Fernando Emas menyimpulkan bahwa fenomena ini menjadi paradoks yang harus segera diatasi oleh PSI. Loyalitas publik terhadap Jokowi terbukti masih kuat, namun belum cukup kuat untuk mengonversinya menjadi suara nyata di kotak penyerahan suara.

Oleh karena itu, PSI perlu segera mengubah modal citra dari sosok Jokowi dan Kaesang tersebut menjadi program kerja konkret serta substansi politik yang dirasakan langsung oleh masyarakat agar popularitas di permukaan tidak sia-sia.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut