Situasi Ekonomi Tak Menentu, Asuransi Jiwa Justru Catat Kinerja Positif
Dinamika Klaim Tunjukkan Kebutuhan Perlindungan yang Terus Berkembang
Ketua Bidang Literasi dan Perlindungan Konsumen AAJI, Wianto Chen, menjelaskan bahwa perkembangan pembayaran klaim pada kuartal pertama 2026 mencerminkan kebutuhan perlindungan masyarakat yang terus berkembang, mulai dari manfaat akhir kontrak hingga perlindungan kesehatan.
Salah satu komponen klaim yang mengalami peningkatan signifikan adalah klaim akhir kontrak yang melonjak 112,0% menjadi Rp10,45 triliun. Hal ini menunjukkan semakin banyak pemegang polis yang telah mencapai akhir masa perlindungannya dan menerima manfaat sesuai ketentuan polis. Di sisi lain, klaim surrender mengalami penurunan 30,4% menjadi Rp13,37 triliun. Kondisi ini mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk mempertahankan polis asuransi jiwa sebagai bagian dari perlindungan jangka panjang.
Jika melihat komponen klaim lainnya, pembayaran klaim meninggal dunia tercatat sebesar Rp2,83 triliun, menunjukkan bahwa perlindungan terhadap risiko utama kehidupan tetap menjadi fungsi penting industri asuransi jiwa. Sementara itu, klaim kesehatan meningkat 15,3% menjadi Rp6,72 triliun, yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kesehatan dan menjadi salah satu perhatian utama industri.
“Adanya kenaikan klaim kesehatan menunjukkan bahwa kebutuhan layanan kesehatan masyarakat masih tinggi, dan perlindungan asuransi kesehatan tetap memainkan peran yang sangat penting. Karena itu, industri saat ini terus beradaptasi melalui transformasi yang sejalan dengan kebijakan regulator, agar perlindungan kesehatan tetap dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tambah Wianto.
Editor : M Mahfud