Skandal Kekerasan di Daycare Little Aresha, Terungkap Pemiliknya Seorang Hakim Aktif
JAKARTA, iNewsDepok – Skandal kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, memasuki babak baru yang mengejutkan. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, bereaksi keras setelah muncul dugaan bahwa pimpinan yayasan tempat penitipan anak tersebut merupakan seorang hakim aktif.
Sahroni menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang terjadi di lokasi tersebut adalah bentuk kebiadaban yang tidak bisa ditoleransi. Ia mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk segera mengambil langkah tegas jika informasi mengenai profesi pemilik tersebut terbukti benar.
"Informasi yang beredar, pimpinan yayasannya adalah seorang hakim aktif. Jika benar, saya meminta KY dan MA untuk segera memecat yang bersangkutan. Polisi juga harus tetap melanjutkan proses pidananya. Tidak ada kata maaf untuk kekerasan terhadap anak," tegas Sahroni dalam keterangannya, Minggu (26/4/2026).
Politisi Partai NasDem ini juga meminta Kapolda DI Yogyakarta memberikan atensi khusus untuk mengusut tuntas seluruh pihak, mulai dari pimpinan yayasan hingga pengasuh yang terlibat langsung dalam penganiayaan. Ia menekankan bahwa status profesi pelaku tidak boleh menjadi penghalang hukum.
"Penting bagi kepolisian lewat unit PPA untuk memperketat pengawasan. Jangan sampai tempat yang seharusnya menjadi ruang aman justru menjadi lokasi kekerasan karena lemahnya pengawasan dan penyalahgunaan wewenang," pungkasnya.
Kasus ini mencuat setelah Polresta Yogyakarta menggerebek Little Aresha pada Jumat (24/4) lalu menyusul laporan orang tua yang menemukan luka lebam pada anak-anak mereka.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar