Kacau! Ribuan Ton Sampah TPA Cipayung Depok Penuhi Kali Pesanggrahan Mengalir ke Jakarta dan Tangsel
DEPOK, iNews Depok.id - Puluhan ribu ton sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung Depok tumpah dan memenuhi Kali Pesanggrahan.
Ribuan ton sampah ini terbawa arus Kali Pesanggrahan mengalir ke hilir di Depok, Tangerang Selatan dan Jakarta. Kejadian ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, tetapi luput dari pantauan publik.
Pantauan iNews Depok di TPA Cipayung, Jumat (24/4/2026), longsoran sampah TPA Cipayung sepanjang sisi barat yang memiliki ketinggian sekitar 30 meter, jatuh ke badan Kali Pesanggrahan.
Akibatnya lebar Kali Pesanggrahan menyempit tinggal sekitar 2 meter di sisi barat TPA Cipayung sepanjang lebih dari 1 kilometer. Tak hanya itu, kedalaman Kali Pesanggrahan juga sangat dangkal, kurang dari 1 meter.
Sejumlah pemulung yang tengah mengumpulkan besi terbawa arus Kali Pesanggrahan, terlihat bisa berjalan dengan mudah menyeberangi kali.
Pantauan iNews Depok juga terbentuk tebing sampah yang mengapit Kali Pesanggrahan. Sampah secara otomatis tergerus dan terbawa aliran Kali Pesanggrahan ke arah hilir di Depok, Tangsel dan Jakarta. Semakin deras aliran arus, semakin banyak membawa sampah TPA Cipayung.
"Warga dilarang buang sampah ke sungai, tetapi sampah dari TPA Cipayung terbawa Kali Pesanggrahan. Kejadian ini sudah bertahun-tahun," keluh seorang warga yang tengah melintas di sisi barat TPA Cipayung. Ia tak bersedia dikutip namanya.
Longsoran sampah TPA Cipayung juga membendung aliran Kali Pesanggrahan. Akibatnya lebih dari 5 hektare lahan Kampung Bulak Barat dan Pasir Putih terendam air. Terbentuk danau baru selama 3 tahun terakhir yang airnya semakin tinggi.
Setidaknya 2 jalan penghubung Cipayung dan Pasir Putih terendam. Satu jalan terendam permanen lebih dari 2 meter saat surut. Sedangkan 1 jalan terendam hingga 2 meter saat banjir dan terendam 30 cm saat surut.
Puluhan rumah dan kebun warga terendam. Sebagian sudah dibebaskan Pemkot Depok dan sebagian lagi masih terkatung-katung.
"Pabrik tahu saya sudah tak beroperasi lebih dari 2 tahun. Terendam permanen luapan Kali Pesanggrahan yang tertutup longsoran Kali Ciliwung.Hingga saat ini tak juga dibebaskan Pemkot," kata Imron yang mengaku dulu mempekerjakan 50 orang di pabrik tahu miliknya.
Anto seorang pemilik rumah yang berjarak 2 kilometer di utara TPA Cipayung mengaku kesal bukan main. Setiap terjadi banjir, Kali Pesanggrahan membawa tumpukan sampah dari TPA Cipayung.
"Setiap banjir, ada setidaknya setengah ton sampah masuk rumah. Saya bingung, mau dibuang ke mana sampah ini," ujar Anto.
Reni Siti Nuraeni, Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok saat diminta tanggapan mengakui terjadinya longsor TPA Cipayung ke Kali Pesanggrahan yang sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut Pemkot Depok telah menempatkan excavator agar sampah yang longsor dipinggirkan kembali sehingga tak terbawa arus Kali Pesanggrahan.
Reni juga menegaskan Pemkot Depok akan berupaya maksimal untuk mengatasi masalah di TPA Cipayung. "Kita tak bicara yang kemarin-kemarin, yang jelas akan segera kita atasi ke depannya," ujar Reni.
Reni menyebut persoalan TPA Cipayung melibatkan banyak pihak sehingga solusi perlu koordinasi termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane.
"Yang jelas Pemkot Depok tak berdiam diri. Upaya gencar telah dilakukan dan akan terus dilakukan untuk mengatasi longsoran TPA Cipayung ke Kali Pesanggrahan," kata Reni yang baru menjabat Plt Kepala DLHK Depok dalam beberapa bulan ini.
Editor: M Mahfud