Gawat! Krisis BBM Mengintai, Harga Minyak Terus Melambung Gegara Perang Timur Tengah
JAKARTA, iNews Depok.id - Krisis bahan bakar minyak (BBM) mengintai Indonesia. Harga minyak mentah terus melambung gegara eskalasi perang di Timur Tengah antara Iran versus Israel dan Amerika Serikat.
Iran, melalui Penasihat Korps Garda Revousi Islam Iran (IRGC) Ibrahim Jabari menyatakan melarang kapal melintasi Selat Hormuz. Ancaman Iran terbukti dengan merudal sebuah kapal tanker.
Dengan larangan tersebut, jalur perdagangan dunia terganggu dan berimbas dengan harga minyak dan komoditi lain melambung.
Eskalasi di laut makin meruncing setelah kapal selam AS menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka.
Dampaknya langsung terasa, pagi ini, Kamis (5/3/2026), harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan Indonesia, naik 2 persen dibanding hari sebelumnya menjadi USD 83 per barel.
Jika situasi terus memburuk, harga minyak akan terus membubung dan akan menimbulkan krisis energi.
Menteri ESDM Bahlil menjelaskan, harga minyak dunia dalam asumsi APBN sebesa USD70 per barel. Sementara harga minyak dunia sudah melonjak ke level USD 83 dolar AS per barel dan terus berpotensi merambat naik.
"Untuk harga BBM subsidi, saya pastikan bahwa sampai dengan hari raya tidak ada kenaikan apa-apa," kata Bahlil di Istana Negara Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Namun Bahlil tidak menjelaskan usai lebaran, apakah harga BBM bersubsidi akan naik. Jika harga minyak mentah terus naik, APBN bisa jebol seiring melambugnya subsidi.
Untuk BBM non subsidi, Bahlil mengatakan tak ada persoalan mengingat harganya mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.
Editor : M Mahfud