get app
inews
Aa Text
Read Next : Perang Menjauh, Negosiasi Iran - AS Konstruktif di Perundingan Nuklir Putaran Kedua

Israel Uring-uringan, Panasi AS untuk Segera Serang Iran

Kamis, 19 Februari 2026 | 09:24 WIB
header img
Israel uring-uringan dengan hasil perundingan Iran – Amerika Serikat (AS). Negara zionis ini terus panas-panasi Amerika Serikat untuk menyerang program rudal balistik Iran. Foto: Ist

TEL AVIV, iNews Depok.id – Israel uring-uringan dengan hasil perundingan IranAmerika Serikat (AS). Negara zionis ini terus panas-panasi Amerika Serikat untuk menyerang program rudal balistik Iran.

Israel tak senang memiliki pesaing kuat di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya Israel menyerang Iran dengan menghancurkan fasilitas militer dan ilmuwan nuklir Iran.

Iran lalu membalasnya pada Juni 2025 dengan meluncurkan ribuan drone dan rudal selama 12 hari.

Kedua negara berpotensi melanjutkan perang. Ini terlihat dari penilaian lembaga keamanan Israel selama 24 jam terakhir.

Mereka berharap AS akan menyerang Iran, menyusul negosiasi nuklir putaran kedua yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Selasa lalu.

Surat kabar Haaretz dalam laporan lembaga keamanan Israel tersebut menyatakan hasil perundingan nuklir putaran kedua berseberangan dengan apa yang disampaikan para pejabat Iran bahwa ada kemajuan signifikan untuk menuju kesepakatan.

"Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa,” tulis Haretz seperti dikutip Kamis (19/2/2026).

”Masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri," imbuhnya.

Dengan kondisi tersebut, Israel memperkirakan (Presiden Donald) Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir.

Israel sendiri menyatakan akan terlibat langsung jika AS melancarkan serangan ke Iran.

"Kemungkinan tentara Israel mengambil peran aktif dalam memerangi Iran tidak dikesampingkan jika terjadi serangan AS," ungkap Haaretz.

Laporan tersebut juga mencatat terdapat koordinasi lebih erat antara Israel dan AS di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara, dalam waktu belakangan.

Menurut informasi di media sosial yang melacak dan menganalisis data penerbangan, AS telah mengirimkan sejumlah besar jet tempur, pesawat tanker udara, dan pesawat Sistem Peringatan dan Kontrol Udara (AWACS) selama 48 jam terakhir ke pangkalan-pangkalan mereka di Eropa dan Timur Tengah.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut