Ramadhan 2026, Begini Tradisi Munggahan Sambut Puasa di Ponpes Kobong Tapos Depok
DEPOK, iNews Depok.id - Ramadhan 2026, tradisi munggahan pun bergulir, termasuk di Pondok Pesantren Salafiyah Al Faqih Tapos, Depok atau dikenal Ponpes Kobong.
Tradisi munggahan mulai digelar Minggu (15/2/2026) malam. Acara diisi pembacaan tahlil, salawat, makan bersama, saling memaafkan, hingga ziarah kubur.
Pimpinan Kobong, Abah Dedy Rachmat Sandi mengutarakan munggahan merupakan tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan.
"Ini wujud rasa syukur karena masih bisa dipertemukan dengan bulan mulia, Bulan Suci Ramadhan, dimana segala kebaikan atau amal ibadah dilipatgandakan," kata Abah Dedy.
Agenda terpenting jemaah saling mengikhlaskan diri untuk meminta maaf kepada sesama atas segala kesalahan yang dilakukan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
"Karena pada hakikatnya, manusia merupakan tempatnya salah dan khilaf," kata Abah Dedy.
Ia pun seluruh keluarga besar Kobong untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah selama Ramadhan. Pasalnyaganjaran kebaikan akan berlipat ganda.
"Tidurnya orang berpuasa saja dikatakan sebuah ibadah. Apalagi perbuatan nyata. Jadi, lebih baik memperbanyak ibadah di rumah atau tempat ibadah," seru Abah Dedy.
Ustadz Ardy Kusuma, selaku Humas Kobong menambahkan dalam kegiatan munggahan tersebut digelar makan bersama, sebagai wujud kebersamaan.
Acara berakhir dengan ziarah ke makam almarhum Abah Sandi, yang merupakan tokoh penyebar agama Islam di wilayah Banjaran Pucung. Abah Sandi adalah orangtua kandung dari pimpinan Kobong, Abah Dedy Rachmat Sandi.
"Ziarah kubur ini berisi kirim doa kepada almarhum, sekaligus pengingat mati kepada kita yang masih hidup. Ziarah kubur juga menjadi bakti murid kepada guru," terang Ustadz Ardy.
Editor : M Mahfud