Perhompedin Jakarta Gencarkan Edukasi Kanker bagi Masyarakat, Fokus pada Pencegahan dan Deteksi Dini

Menurut dr. Ronald, meskipun faktor genetik juga berperan, namun persentasenya relatif kecil, yaitu kurang dari 10%. "Kebanyakan kasus kanker pada usia muda diduga disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup," cetusnya.
Harapan untuk Masyarakat
Melalui acara edukasi ini, Perhompedin berharap masyarakat menjadi lebih sadar akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker. Dengan demikian, diharapkan lebih banyak kasus kanker yang bisa dideteksi pada stadium awal, sehingga peluang kesembuhannya lebih tinggi.
"Kami juga berharap masyarakat tidak lagi ragu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini adalah kunci untuk mengalahkan kanker," tandas dr. Ronald.
Tantangan Layanan Kesehatan di Indonesia
Selain masalah biaya obat, Perhompedin juga menyoroti tantangan lain dalam layanan kesehatan kanker di Indonesia, seperti lamanya waktu tunggu untuk konsultasi dokter dan pemeriksaan penunjang. Hal ini diduga menjadi salah satu alasan mengapa banyak pasien yang memilih untuk berobat ke luar negeri.
"Kami memahami bahwa dokter memiliki beban kerja yang tinggi, tetapi kami juga berharap agar waktu konsultasi dengan pasien bisa lebih panjang karena komunikasi yang baik antara dokter dan pasien sangat penting dalam proses pengobatan kanker," ujar dr. Ronald.
Perhompedin berharap agar pemerintah dapat mencari solusi untuk mengatasi tantangan-tantangan ini, sehingga layanan kesehatan kanker di Indonesia bisa menjadi lebih baik dan lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Dengan adanya upaya edukasi yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan, diharapkan angka kejadian kanker di Indonesia bisa ditekan, dan lebih banyak pasien yang bisa mendapatkan pengobatan yang optimal.
Editor : M Mahfud