get app
inews
Aa Text
Read Next : Eka Hospital Depok Gelar Media Meet Up, Bahas GERD dan Solusi Endoskopi

Perhompedin Jakarta Gencarkan Edukasi Kanker bagi Masyarakat, Fokus pada Pencegahan dan Deteksi Dini

Kamis, 27 Februari 2025 | 17:49 WIB
header img
dr. Ronald A. Hukom, MHSc, SpPD, K-HOM, FINASIM, Ketua Perhompedin Cabang Jakarta di acara World Cancer Day 2025, Seminar Awam Deteksi Dini dan Penyintas Kanker, Ballroom C Lt.2 Hotel Shangri La, Jakarta Pusat, Kamis, 27 Februari 2025. Foto: Novi

Pentingnya Pencegahan dan Deteksi Dini

Perhompedin juga menyoroti pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker. Banyak pasien yang datang ke rumah sakit khusus kanker, seperti RS Dharmais, Jakarta Barat, sudah berada dalam stadium lanjut, sehingga pengobatannya menjadi lebih sulit dan membutuhkan biaya yang lebih besar.

"Kami ingin mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya pencegahan dan deteksi dini," kata dr. Ronald. "Dengan demikian, diharapkan lebih banyak kasus kanker yang bisa dideteksi pada stadium awal, sehingga peluang kesembuhannya lebih tinggi," ucapnya.

dr. Ronald pun mencontohkan, pentingnya deteksi dini pada kasus kanker payudara. “Pada wanita dengan kanker payudara stadium awal (IA atau IIA/IIB), tingkat kelangsungan hidup 5 tahun bisa mencapai 99%. Namun, angka ini menurun drastis menjadi sekitar 87% pada stadium lanjut (IIA/IIB dan III) dan hanya sekitar 32% pada stadium IV, ketika kanker telah menyebar ke organ lain. Ini adalah contoh nyata,” ujar dr. Ronald.

Acara edukasi yang menghadirkan para pembicara kompeten yaitu; Dr. dr. Hilman Tadjoedin, Sp.PD, K-HOM, dr. Wulyo Rajabto, Sp.PD, K-HOM, dr. Inolyn Panjaitan, Sp.PD, K-HOM, dr. Jusi Susilawati, Sp.PD, K-HOM, dr. Marthino Robinson, Sp.PD, K-HOM, dan dr. Ruth Vonky Rebecca, Sp.PD, K-HOM ini difokuskan pada upaya pencegahan dan deteksi dini kanker.


Perhompedin mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan menghindari makanan yang berisiko meningkatkan kanker. Foto: Novi

 

Perhompedin mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, dan menghindari makanan yang berisiko meningkatkan kanker seperti makanan-makanan instan atau olahan serta makanan yang mengandung pengawet. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk melakukan deteksi dini secara rutin, terutama pada usia tertentu.

"Misalnya, wanita di atas usia 40 tahun sebaiknya mulai melakukan mamografi atau pemeriksaan payudara secara rutin," saran dr. Ronald. "Pemeriksaan sederhana seperti tes darah samar pada tinja juga bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker usus. Pada para perokok juga disarankan untuk melakukan deteksi dini," tambahnya.

Tren Kanker pada Usia Muda

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian adalah semakin banyaknya kasus kanker yang terjadi pada usia muda. Perhompedin menduga bahwa hal ini berkaitan erat dengan perubahan gaya hidup, terutama pola makan yang kurang sehat.

"Kebiasaan mengonsumsi makanan instan dan olahan yang kurang sehat diduga menjadi salah satu faktor pemicu kanker pada usia muda," jelas dr. Ronald. "Selain itu, faktor lain seperti kurangnya aktivitas fisik dan paparan zat karsinogenik juga perlu diwaspadai," sebutnya.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut