Berawal dari Rumah Kecil di Solo, Prodia Kini Miliki Jaringan Terbesar dan Terluas di Indonesia

Tim iNews
.
Selasa, 24 Januari 2023 | 22:45 WIB
Ki-ka: Direktur Utama Prodia-Dewi Muliaty, Selebritis Mona Ratuliu, dan Direktur Bisnis & Marketing Prodia-Indriyanti Rafi Sukmawati. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsDepok.id - Siapa sangka, pada 7 Mei 1973, Prodia sebagai pelopor layanan laboratorium klinik, dulunya berawal dari sebuah rumah kecil di Jalan Pasar Nongko - Solo, Jawa Tengah.

Ya, siapa pun tahu, kini Prodia telah berkembang menjadi laboratorium klinik dengan jaringan terbesar dan terluas di Indonesia, bahkan terus bertransformasi dengan menghadirkan layanan kesehatan digital. 

Eksistensi Prodia selama 50 tahun, tentu tidak lepas dari semangat untuk terus berinovasi dan komitmen untuk menjadi centre of excellence dalam menyediakan layanan kesehatan yang andal dan terpercaya. 

Mengusung tema “Personal and Precise Partner for Your Health” dalam HUT yang ke-50 tahun ini, Prodia mengajak seluruh pelanggan dan masyarakat melangkah lebih jauh untuk mencapai hidup sehat optimal bersama Prodia sebagai mitra kesehatan yang dapat diandalkan.

Direktur Utama Prodia, Dewi Muliaty, menjelaskan, “Apa yang telah dibangun oleh Prodia selama 50 tahun ini merupakan sebuah fondasi bagi pertumbuhan Perusahaan yang berkelanjutan, untuk 50 tahun bahkan 100 tahun berikutnya. Selama 50 tahun, kami membangun sistem, teknologi, dan kapabilitas, melatih tenaga kesehatan, aktif mengedukasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat, membangun kolaborasi dengan berbagai mitra bisnis hingga melakukan digitalisasi layanan kesehatan demi mendukung dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Dalam momentum emas ini, kami pun sangat mengapresiasi seluruh pelanggan, karyawan, mitra bisnis hingga masyarakat luas atas dukungan serta kepercayaan yang telah diberikan kepada Prodia selama 50 tahun.” 

Dijelaskan Dewi, saat kegiatan Media Gathering Prodia 2023 di Bungarampai Restoran, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Januari 2023, Prodia berasal dari kata Pro artinya untuk dan Dia artinya diagnosa.

"Jika digabung, Prodia berarti untuk diagnosa. Sesuai dengan misi kami yaitu memberikan diagnosa lebih baik," ucapnya.

Dewi bercerita saat ia bergabung dengan Prodia 37 tahun lalu dimana Prodia sudah berusia 13 tahun, di sepuluh tahun pertama mereka betul-betul meletakkan dasar kualitas nomor satu. 

"Sejak awal, sang Founder yang sebagai pendidik, membangun Prodia punya kualitas dan balance antara sains dan bisnis. Prodia bisa berkembang secara bisnis karena memiliki pondasi sains yang kuat," terangnya.

Untuk memeringati 50 tahun kiprahnya, Prodia akan melangsungkan berbagai rangkaian acara yang diharapkan dapat memberikan semangat hidup sehat bagi masyarakat Indonesia. 

Mulai dari kegiatan CSR pemeriksaan genetik bagi para Odalangka (Orang Dengan Penyakit Langka), seminar kesehatan nasional bagi dokter dan masyarakat umum di 50 kota besar, Health & Wellness Festival, pembuatan Corporate Book 50 tahun, hingga peluncuran inovasi layanan kesehatan digital Prodia. 

Seluruh rangkaian acara tersebut juga akan dimeriahkan dengan jingle terbaru Prodia serta kehadiran maskot Genno Gennie yang melambangkan gen manusia yang unik dan berbeda di setiap individu, termasuk jika berbicara mengenai kondisi kesehatan.

Rangkaian kegiatan HUT ke-50 Prodia telah diselaraskan dengan strategi dan resolusi Prodia di tahun 2023. 

Direktur Bisnis dan Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati, mengatakan, “Sebagai mitra Health & Wellness masyarakat, Prodia ingin memberikan pengalaman yang terbaik bagi pelanggan melalui produk dan layanan yang kami sediakan. Sejalan dengan resolusi tersebut, kami akan menyelenggarakan kegiatan yang bermanfaat dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kami berharap rangkaian acara HUT ke-50 Prodia ini dapat membangkitkan antusiasme masyarakat untuk ikut sehat bersama Prodia di tahun 2023 hingga di masa-masa yang akan datang.” 

Puluhan tahun menjadi pelanggan setia Prodia, selebriti Mona Ratuliu mengaku bagaimana nikmatnya kesehatan.

"Kesehatan juga merupakan rezeki yang tak ternilai harganya. Oleh karena itu harus kita jaga. Tak hanya diri sendiri, saya juga tularkan pola hidup sehat pada anak-anak. Di rumah saya sudah kurangi gula, sampingkan cemilan ga penting, makan ikan dan ayam utuh (bukan olahan), sehari makan tiga kali, cukup minum air putih, dan olahraga," papar Mona.

"Terima kasih banyak atas inovasinya. Tempat saya dan keluarga cek lab. Cek lab, pasti langsung ingat Prodia. Bagaimana dulu waktu Covid, saya lakukan tes PCR sekeluarga, home visit, tiap bulan antar Ibu saya ke Prodia, bahkan kini tidak susah lagi ajak anak untuk cek lab dengan adanya Child Lab yang ramah anak. Terima kasih, Prodia, semoga lancar inovasinya...semoga berkah...," tutup Mona

Editor : Mahfud

Follow Berita iNews Depok di Google News

Bagikan Artikel Ini