Pemadaman Listrik Bergilir Juga Terjadi di Prancis, Warga Terancam Membeku di Musim Dingin

Benedict J. C. Pietersz
.
Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:35 WIB
Sementara Prancis kurang bergantung pada energi Rusia dibandingkan negara-negara Uni Eropa lainnya, kurangnya pembangkit listrik domestik oleh industri nuklir memaksa negara tersebut membeli listrik dari tetangganya. Foto: Le Long Weekend

JAKARTA, iNewsDepok.id - Prancis terancam menghadapi pemadaman bergilir selama musim dingin jika jaringan listriknya mengalami tekanan parah karena cuaca dan permintaan tinggi, kata Xavier Piechaczyk, kepala regulator energi RTE pada Kamis (2/12/2022).

Piechaczyk menyoroti risiko kekurangan pasokan listrik pada Januari saat Prancis berjuang menyalakan kembali reaktor nuklirnya, yang sebelumnya dimatikan untuk pemeliharaan.

Melansir dari Russia Today, Prancis menghasilkan sekitar 70% listriknya dari armada nuklir 56 reaktor dan 22 di antaranya saat ini ditutup, menyebabkan penurunan tajam dalam pembangkit listrik.

Pemerintah Prancis telah menyiapkan rencana darurat dan menginstruksikan otoritas setempat tentang cara menangani kemungkinan pemadaman dan cara memprioritaskan alokasi listrik.

Meskipun para pejabat mengklaim bahwa pemadaman listrik tidak akan terjadi di seluruh negeri dan hanya akan mempengaruhi sebagian kecil jaringan listrik, jutaan orang berisiko dibiarkan tanpa listrik ketika permintaan pemanas rumah tangga memuncak.

"Setiap pemadaman terjadwal tidak boleh memengaruhi lebih dari 4 juta pengguna secara bersamaan," kata instruksi yang dikeluarkan oleh pemerintah Prancis. Menurut dokumen tersebut, pemadaman tidak boleh lebih dari dua jam dan akan terjadi mulai dari pukul 08.00 hingga 13.00 dan pukul 18.00 hingga 20.00.

Pihak berwenang telah memperingatkan bahwa pemadaman ini mungkin berdampak pada beberapa layanan publik. Sekolah-sekolah mungkin akan ditutup dan layanan kereta dibatalkan selama persediaan tidak mencukupi.

Editor : Mahfud

Follow Berita iNews Depok di Google News

Bagikan Artikel Ini