Rusia Tuding Ukraina Serang Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia

Benedict J. C. Pietersz
.
Senin, 21 November 2022 | 09:45 WIB
Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia adalah pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa dan di antara 10 terbesar di dunia yang dibangun oleh Uni Soviet di dekat kota Enerhodar. Foto: CrackitToday

JAKARTA, iNewsDepok.id - Pasukan Ukraina telah menembaki pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa selama dua hari terakhir, Renat Karchaa, seorang penasihat di operator nuklir negara Rusia Rosenergoatom, mengklaim pada Minggu (20/11/2022).

Karchaa mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporozhye menjadi sasaran pada hari sebelumnya, menyusul rentetan tembakan ke fasilitas itu pada Sabtu, ketika enam proyektil menghantam sistem pendingin salah satu reaktor dan dua menghantam penyimpanan limbah radioaktif, seperti dikutip dari Russia Today. Dia menambahkan bahwa karyawan tidak terluka.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, pabrik itu ditembaki dua kali pada Minggu, sementara 11 "peluru artileri kaliber besar" ditembakkan pada Sabtu. Kementerian mengatakan bahwa proyektil jatuh di dekat reaktor, dan api juga diarahkan ke kabel listrik.

“Tidak mungkin untuk menilai konsekuensi dari penembakan itu karena ada bahaya serangan baru,” kata Karchaa. Pabrik itu tidak banyak ditargetkan sejak akhir September, menurut pejabat tersebut.

Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang timnya memantau situasi di lapangan, mengatakan bahwa "lebih dari selusin ledakan terdengar dalam waktu singkat" pada hari Minggu. Ia menambahkan bahwa para ahli dapat melihat beberapa ledakan dari jendela mereka.

“Siapa pun yang berada di balik ini, harus segera dihentikan. Seperti yang telah saya katakan berkali-kali sebelumnya, Anda bermain dengan api!” Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi mengatakan.

Tentara Rusia merebut pabrik itu tak lama setelah Moskow melancarkan operasi militernya di Ukraina pada akhir Februari. Wilayah Zaporozhye, bersama dengan tiga bekas wilayah Ukraina lainnya, akhirnya bergabung dengan Rusia setelah mengadakan referendum tentang masalah tersebut pada September.

Editor : Mahfud

Follow Berita iNews Depok di Google News

Bagikan Artikel Ini