Menjaga Masa Depan
Richard juga tercatat sebagai Wakil Ketua Pelaksana I Satgas Penertiban Kawasan Hutan. Setelah menjadi Wamenhan, ia mendampingi Menhan Sjafrie dalam penertiban areal pertambangan emas seluas 275,36 hektare di Makimi, Nabire, pada 22 Oktober 2026.
Begitulah, tanah menyimpan kekayaan sekaligus masa depan masyarakat. Menjaganya berarti memastikan kekuasaan dan kegiatan ekonomi tunduk pada hukum. Ketegasan harus berjalan bersama ketelitian serta pertanggungjawaban.
Saya teringat umpasa Batak:
_Aek godang do aek laut, dos ni roha do sibahen na saut._
Kesehatian memungkinkan pekerjaan terlaksana. Banyak pikiran perlu menemukan tujuan bersama, sebagaimana aliran sungai bertemu di laut. Pemimpin bertugas mendengar perbedaan dan menjaga arah.
Bekal itu diperlukan Richard dalam membantu Menhan Sjafrie. Strategi menuntut kejernihan membaca ancaman; doktrin harus terus belajar menghadapi drone, serangan siber, dan perebutan informasi. Peta boleh sama, cara membaca medan harus berkembang.
Pembangunan kekuatan pun harus mempertemukan teknologi dengan prajurit terlatih, pemeliharaan, dan kesiapan operasi. Di negeri kepulauan, kekuatan darat, laut, dan udara perlu bergerak selaras, menjangkau perbatasan serta pulau terluar dengan sumber daya yang dipertanggungjawabkan.
Pengalaman Richard di berbagai wilayah menjadi bekal agar kebijakan tetap dekat dengan kebutuhan prajurit dan kehidupan masyarakat. Sebab mutu pertahanan juga terasa ketika nelayan dapat melaut, petani mengolah tanah, dan anak-anak bersekolah tanpa ketakutan.
Jabatan baru meminta pembuktian. Pengalaman menyediakan bekal; hasil kerja tetap harus diperjuangkan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
