Masa Pandemi
Awal Februari 2020, ketika Richard menjadi Kaskogabwilhan I, kami terlibat dalam penanganan kepulangan WNI dari Wuhan. Mereka menjalani observasi di Natuna pada 2–15 Februari.
Sebagian adalah mahasiswa yang mendadak harus pulang ketika dunia belum sepenuhnya memahami penyakit baru itu. Keselamatan memerlukan ketelitian, sementara kepercayaan harus dijaga di tengah kecemasan.
Di Natuna, pertahanan menemukan wajah yang dekat: melindungi warga dan mengantarkan mereka kembali kepada keluarga.
Tugas berlanjut ke Pulau Sebaru Kecil untuk observasi awak kapal World Dream dan Diamond Princess. Saya masih mengingat rapat intensif di Hotel Sultan bersama Doni, Richard, dan Marsekal Pertama TNI Jorry Soleman Koloay (ketika itu Waasop Panglima TNI) menjelang kedatangan rombongan. Waktu pendek; keputusan harus segera menjadi tindakan.
Natuna, Sebaru, BNPB dan Wisma Atlet memperoleh makna baru. Pulau menjadi ruang observasi, hunian atlet menjadi tempat perawatan. Di tengah wabah, ukuran keberhasilan terasa sederhana sekaligus mendasar: manusia terselamatkan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
