Selain isu ketenagakerjaan, langkah taktis Dasco juga terlihat nyata dalam penerbitan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital yang terbit pada 8 Oktober 2026. Melalui rapat koordinasi lintas menteri yang dipimpin langsung oleh Dasco, regulasi ini sukses memangkas potongan biaya aplikasi dari yang sebelumnya mencapai 20 persen menjadi maksimal 8 persen, sehingga para pengemudi ojek online kini berhak menerima sekurang-kurangnya 92 persen dari pendapatan mereka.
“Untuk Perpres Ojol ini, Pak Dasco bahkan memimpin langsung rapat koordinasi dengan enam menteri untuk memastikan regulasinya matang. Hasilnya nyata, potongan aplikator yang dulu bisa mencapai 20 persen kini dibatasi maksimal 8 persen, dan pengemudi mendapatkan jaminan sosial serta pengakuan sebagai pelaku UMKM. Ini menyentuh langsung periuk nasi jutaan keluarga pengemudi ojol,” ungkap Nova.
Tak hanya itu, kepedulian terhadap penanganan krisis dan kebencanaan nasional turut menjadi catatan positif. Dasco dinilai berhasil mendorong penanganan terpadu lintas kementerian untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta memimpin evaluasi pemulihan pascabencana di Sumatera. Pendekatan lintas sektor ini dinilai sangat krusial agar penanganan darurat dapat berjalan efektif dan merata.
Di akhir pandangannya, Nova menyimpulkan bahwa kunci keberhasilan kepemimpinan Dasco terletak pada kemampuannya dalam mencairkan kebuntuan dan menjembatani berbagai kepentingan yang berbeda tanpa menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
“Kekuatan Pak Dasco ada pada kemampuannya mencairkan dan menjembatani. Dalam UU Ketenagakerjaan, beliau mempertemukan buruh dan pengusaha. Dalam Perpres Ojol, beliau mempertemukan pengemudi, aplikator, dan pemerintah. Ini keterampilan tata kelola yang langka, menyelesaikan masalah tanpa membuat gaduh,” pungkasnya.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
