Sementara itu, personel Polres Metro Jakarta Pusat meringkus empat pemuda di kawasan Kemayoran, tepatnya di sekitar Jalan Pasar Loak dan Jalan Benda Barat pada Sabtu pukul 03.17 WIB. Rombongan ini sempat mencoba kabur saat melihat kedatangan polisi, namun petugas berhasil mengamankan mereka bersama dua bilah celurit, satu ponsel, dan satu sepeda motor.
Adapun di lokasi ketiga, yakni Jalan Raden Inten, Jakarta Timur, Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur menindaklanjuti aduan warga pada Jumat petang dengan menyisir kawasan tersebut dan mengamankan tiga pemuda beserta dua bilah celurit, dua ponsel, serta dua sepeda motor.
Sebanyak 11 pemuda yang terjaring di Jalan Tanah Mas I kini diserahkan ke Direktorat Samapta Polda Metro Jaya untuk menjalani pembinaan rohani dan mental. Sementara itu, empat pemuda dari Kemayoran diproses oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat, dan tiga pemuda lainnya diperiksa di Polres Metro Jakarta Timur.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menekankan pentingnya kehadiran polisi yang berdampak langsung bagi ketenteraman warga.
"'Polisi Bersama Masyarakat' bukan hanya tentang kehadiran petugas di lapangan, tetapi bagaimana kehadiran itu benar-benar memberikan dampak dan rasa aman bagi warga," tutur Budi.
Ia juga menambahkan imbauan kepada masyarakat dan para orang tua untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan anak-anak mereka. "Ketika masyarakat bisa beristirahat dengan tenang, anak-anak terlindungi dari pengaruh kekerasan, dan lingkungan terjaga dari potensi tawuran, di situlah pelayanan kepolisian dirasakan manfaatnya. Kami juga mengapresiasi warga yang peduli dan memberikan informasi kepada petugas," kata Budi.
Polda Metro Jaya mengingatkan masyarakat yang mengetahui adanya potensi tawuran atau gangguan keamanan untuk segera melapor melalui layanan darurat 110.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
