Bongkar Gaya Hidup Mewah Penikmat Kuota Haji, Gus Yaqut: Ada yang Beli Range Rover Hingga Villa

Jonathan Simanjuntak
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melancarkan serangan balik menohok di tengah guliran persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat dirinya. Foto: Jonathan Simanjuntak

JAKARTA, iNewsDepok.id – Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas melancarkan serangan balik menohok di tengah guliran persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat dirinya.

Di hadapan awak media usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa (12/10/2026), Yaqut blak-blakan menyinggung deretan pihak yang menurutnya menikmati aliran uang haram, namun hingga saat ini masih melenggang bebas tanpa tersentuh hukum.

Yaqut menyayangkan sikap penegak hukum yang belum menjerat aktor-aktor penikmat uang haram tersebut. Ia membongkar fakta bahwa oknum-oknum yang diduga terlibat menerima aliran dana gelap itu masih berstatus saksi, bahkan sebagian di antaranya masih aktif menduduki posisi strategis di lingkungan Kementerian Agama.

"Mereka masih berstatus saksi sampah hari ini. Beberapa dari mereka masih menjadi, memangku jabatan di Kementerian Agama. Tentu ini menjadi catatan besar bagi kita semua bagaimana perjalanan hukum di negeri ini," tegas Yaqut di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/10/2026).

Tak hanya itu, mantan Menag tersebut juga menguliti gaya hidup glamor dan aksi borong barang mewah yang dipamerkan oleh para penerima uang haram tersebut di balik skandal kuota haji. Yaqut membeberkan bagaimana fakta persidangan selama lima pekan terakhir telah menguak aksi pembeliaan aset-aset bernilai fantastis dari hasil penyelewengan.

"Kita mencatat nih dalam 5 minggu terakhir persidangan ini ada pihak-pihak yang bisa beli dua Range Rover , beli perhiasan berlian, kalung berlian, tas berlian, beli rumah, beli rumah, kos, beli villa, beli mobil, macam-macam gitu," ungkap Yaqut dengan nada geram.

Di sisi lain, Yaqut berkali-kali membantah tuduhan bahwa kebijakan alokasi kuota haji tambahan yang dikeluarkannya merupakan bagian dari pemburu rente atau praktik koruptif. Ia mengklaim bahwa seluruh keputusan mengenai kuota haji tambahan saat ia menjabat murni dilandasi pertimbangan kemanusiaan demi keselamatan fisik para jemaah di Tanah Suci.

"Kebijakan yang saya ambil dalam proses kuota haji tambahan ini semata-mata hanya karena menjaga keselamatan jiwa jemaah. Tidak ada urusan rente, tidak ada urusan perilaku koruptif, tidak ada urusan jual beli. Dan yang melakukan itu sekali lagi, sekarang masih berkeliaran di luar dan belum tersentuh oleh hukum," tandasnya membela diri.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network