Refleksi Perjalanan Kesehatan TNI, dari Dukungan Medan Tempur Menuju Ketahanan Kesehatan Nasional

Tim iNews Depok
Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes, Sp.OT (K) Hand, Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI dan Ketua Kompartemen Manajemen Penunjang dan Tanggap Bencana PERSI Pusat. (Foto: Ist)

Tantangan di Masa Depan

Jika melihat dua atau tiga dekade ke depan, ancaman kesehatan kemungkinan akan semakin kompleks. Perubahan iklim akan meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, penyakit menular tertentu, gangguan kesehatan akibat panas ekstrem serta kerentanan fasilitas kesehatan pesisir. Kepadatan penduduk dan tingginya mobilitas manusia membuat wabah penyakit dapat bergerak semakin cepat.

Kemajuan bioteknologi membawa manfaat besar, tetapi juga membuka kemungkinan munculnya ancaman biologis baru. Karena itu, kemampuan mendeteksi penyakit tidak dikenal, melakukan genomic surveillance dan mengembangkan respons medis cepat akan semakin penting.

Perang masa depan juga akan semakin mengandalkan sistem nirawak, artificial intelligence, ruang siber dan operasi multidomain. Ditambah lagi dengan adanya potensi transformasi ancaman ke arah Asimetrik Bio-Cyber Threat menjadikan perang siber dan perang biologi sebagai tantangan di masa depan. Tetapi secanggih apa pun teknologi tersebut, manusia tetap merupakan pusat kekuatan militer. Konsekuensinya, human performance dan force health protection justru akan semakin penting.

Kesehatan jiwa juga tidak boleh ditempatkan sebagai isu sekunder. Beban operasi, paparan terhadap kejadian traumatis, isolasi serta tekanan lingkungan operasi modern membutuhkan sistem kesehatan jiwa militer yang mampu melakukan pencegahan, deteksi dini, penanganan dan rehabilitasi.

Tantangan berikutnya adalah kecepatan respons. Dalam kedaruratan medis dikenal konsep golden period. Prinsip serupa berlaku pada krisis kesehatan nasional. Kemampuan yang datang terlambat pada akhirnya akan kehilangan sebagian besar manfaat strategisnya.

Karena itu, paradigma masa depan harus berubah dari preparedness menjadi eadiness. Darri ready when called menjadi ready before called. Kita tidak menunggu bencana untuk menyiapkan rumah sakit lapangan. Kita tidak menunggu pandemi untuk membangun laboratorium. Kita tidak menunggu konflik untuk menyiapkan sistem evakuasi medis. Dan kita tidak menunggu serangan biologis untuk membangun biodefense.

Penambahan Rumah Sakit Lapangan / Batalyon Kesehatan dan Rumah Sakit Kapal adalah sesuatu yang urgent. Semua harus dipersiapkan sebelum krisis terjadi.

Penutup

Delapan puluh satu tahun pengabdian TNI mengajarkan bahwa kekuatan sebuah institusi bukan hanya ditentukan oleh kemampuannya memenangkan pertempuran, tetapi juga oleh kemampuannya menyelamatkan kehidupan.

Dari tenaga kesehatan yang bekerja dengan keterbatasan pada masa revolusi kemerdekaan, hingga dokter spesialis, rumah sakit modern, rumah sakit lapangan, pesawat evakuasi medis dan kapal rumah sakit saat ini, perjalanan Kesehatan TNI adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah pengabdian TNI kepada bangsa.

Namun sejarah tidak boleh hanya dikenang. Sejarah harus menjadi pijakan untuk bertransformasi. Kesehatan TNI masa depan harus profesional dalam kompetensi, responsif menghadapi krisis, integratif antarmatra dan lintas sektor, modern dalam teknologi serta adaptif menghadapi perubahan lingkungan strategis.

Kita harus membangun sistem kesehatan yang mampu menjaga prajurit agar selalu siap menjalankan tugas, tetapi sekaligus mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.

Sebab pada akhirnya, kesehatan prajurit dan kesehatan rakyat bukanlah dua kepentingan yang berlawanan. Keduanya bertemu pada satu tujuan yang sama, yaitu menjaga keselamatan bangsa dan ketahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Memasuki 81 tahun pengabdian TNI, Kesehatan TNI harus melangkah lebih jauh: dari pelayanan kesehatan menuju kesiapan kesehatan, dari fasilitas menuju sistem, dari kerja sektoral menuju integrasi, serta dari kemampuan merespons krisis menuju kemampuan mengantisipasi krisis. Itulah transformasi yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya.

Dirgahayu ke-81 Tentara Nasional Indonesia, TNI Prima - TNI Rakyat - Indonesia Maju.

Editor : M Mahfud

Sebelumnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network