Kolaborasi multipihak, tutur Nurrizieq, menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap program yang dijalankan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menciptakan dampak yang berkelanjutan.
"Kira menyasar pengembangan kapasitas pemuda yang merupakan investasi penting bagi masa depan Desa Komodo," imbuh Nurrizieq seraya menambahkan pelatihan bahasa Inggris bagi pemuda setempat.
Para peserta diajak memahami keterkaitan antara kebersihan lingkungan dan kualitas destinasi wisata.
"Kira gelar diskusi untuk memacu kesadaran bagaimana pengelolaan sampah yang baik dapat meningkatkan pengalaman wisatawan dan menjaga daya tarik Desa Komodo sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia," terang Nurrizieq.
Sementara itu, Mitra Lapangan sekaligus Kepala Dusun Desa Komodo, Muhammad Sidiq menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara Universitas Indonesia, mahasiswa internasional, serta berbagai lembaga dan komunitas di Desa Komodo.
Menurutnya, kehadiran Program SAMUDRA tidak hanya sekadar memberikan manfaat melalui kegiatan edukasi dan pemberdayaan, tetapi juga memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan dunia akademik.
“Kehadiran Program SAMUDRA dari Universitas Indonesia ternyata sangat membantu masyarakat dan berbagai lapisan kelembagaan desa. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi dapat membantu masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga lingkungan di Desa Komodo,” ujarnya.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
