BANDUNG, iNews Depok.id - Sebanyak 70 warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung tengah dilatih menulis cerpen. Karya tulis mereka akan dibukukan.
Pelatihan menulis cerpen diselenggarakan Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) yang menggandeng UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Ranka Publishing.
Ketua Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Julian Bongsoikrama, Rabu (10/6/2026) menegaskan bahwa program Corporate Social Responsibility (CSR) ini diharapkan membuat warga binaan menghasilkan karya bernilai bagi masyarakat luas.
Julian menyebut kegiatan writing class merupakan rangkaian program "Make New Hope: Lamoria Tales".
Julian berharap kegiatan menulis ini dapat menumbuhkan optimisme baru bahwa setiap karya memiliki kekuatan untuk mengubah perspektif, membangun empati, dan menghadirkan harapan.
" Harapan kita tentu ini lebih dari sekadar kelas menulis. Ini merupakan perjalanan untuk menemukan kembali makna harapan, kesempatan kedua, dan semangat untuk terus berkarya demi masa depan yang lebih baik," imbuh pemuda lulusan Regent's University London dan University of Westminster, Inggris ini.
Pelatihan bertempat di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung. Pelatihan diawali dengan sesi pembekalan dan pelatihan penulisan cerita pendek dari Heri Gunawan dan Ranka Publishing.
“Jika ada ingin mengenal dunia, maka membacalah, tapi jika ada ingin dikenal dunia, maka menulislah,” cetus Heri Gunawan.
Seluruh karya yang dihasilkan nantinya akan dihimpun, disunting, dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Bandung, Gayatri Rachmi Rilowati, mengatakan program menulis kali merupakan kelanjutan dari program yang bergulir sebelumnya.
"Ini bukti nyata kontribusi YPBLC bersama Lamoria bahwa literasi dapat menjadi sarana transformasi sosial yang kuat,” ujar Gayatri.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
