Teknologi Next-Generation Sequencing Jadi Harapan Besar Tekan Angka Kematian Akibat Kanker

Mada Mahfud
RS Kanker Dharmais menjalin kolaborasi strategis dengan AstraZeneca Indonesia untuk memperkuat layanan diagnostik presisi kanker di Indonesia. (Foto: Istimewa)

Sementara itu Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menegaskan  AstraZeneca memiliki komitmen kuat untuk mengeliminasi kanker sebagai penyebab utama kematian.

Esra menyebut komitmen diwujudkan melalui terapi inovatif dan penguatan ekosistem diagnostik yang dapat membantu pasien memperoleh terapi yang tepat sesuai karakteristik penyakitnya.

”Caranya dengan pemanfaatan teknologi NGS sebagai alat diagnosa kanker yang presisi. Kami berharap dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat, personal, dan berbasis bukti, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia,” kata Esra Erkomay.

Ahli kanker dr. Eka Widya Khorinal mengungkapkan teknologi NGS memungkinkan pemetaan biomarker genomik secara komprehensif dari sampel jaringan maupun darah. Teknologi ini membantu menghubungkan profil molekuler kanker dengan opsi terapi yang paling relevan bagi pasien.

”Dengan kemampuan menganalisis berbagai gen secara simultan, NGS dapat mempercepat proses diagnosis dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan biomarker tunggal,” kata dr Eka Widya.

 

Editor : M Mahfud

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network