Dari sisi riset, Djarot Sulistio Wisnubroto dari Badan Riset dan Inovasi Nasional menekankan bahwa tantangan utama tidak hanya teknis, tetapi juga sosial. Penerimaan publik dan Social Licence to Operate (SLO) menjadi faktor penentu, sehingga diperlukan komunikasi yang transparan dan berbasis bukti, serta mitigasi risiko yang mempertimbangkan kondisi Indonesia di kawasan Ring of Fire.
Adapun Netty Herawati dari Universitas Tanjungpura menilai kepercayaan publik menjadi tantangan terbesar. Kesenjangan antara kesiapan teknis dan sosial perlu dijembatani melalui komunikasi yang partisipatif dan berkelanjutan.
Diskusi menyimpulkan empat poin utama: transparansi sebagai fondasi kepercayaan publik, strategi komunikasi efektif untuk merespons kekhawatiran masyarakat, penguatan mitigasi risiko sesuai kondisi geologis Indonesia, serta pentingnya penerimaan publik sebagai kunci keberhasilan implementasi energi nuklir.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
