DEPOK, iNews Depok.id – Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari dikenal sebagai sosok yang getol mempercantik situ-situ di Depok. Situ Pedongkelan yang masih kusam dan kumuh kini mulai jadi fokus perhatian politikus dari Partai Gerindra Depok ini.
Depok dikenal dengan kota seribu situ, meski jumlahnya kini hanya tersisa 23 situ. Sayangnya keberadaan puluhan situ di Depok belum termanfaatkan dengan maksimal. Sejumlah situ dalam kondisi memprihatinkan termasuk Situ Pedongkelan, Cimanggis Depok.
Yeti Wulandari bersama Lurah Tugu Ayu Diah Pratiwi, Ketua Pengurus Pokdarwis Situ Pedongkelan Irfan Nurdin, dan Ketua LPM Kelurahan Tugu Tarmin Joyono, saat menyusuri Situ Pedongkelan. (Foto: Mada Mahfud)
Situ Pedongkelan memiliki peran penting untuk mencegah banjir dari aliran Kali Laya. Di kawasan ini, banjir masih kerap terjadi di Taman Duta Cisalak dan Bukit Cengkeh Tugu.
Pekan ini, politikus berparas cantik yang sebelumnya juga dikenal sebagai seniman tari menghabiskan waktu selama lebih 3 jam di Situ Pedongkelan yang terletak di perbatasan Depok dengan Jakarta Timur ini.
iNews Depok menjumpai Yeti Wulandari saat dia tengah berbincang dengan Lurah Tugu Ayu Diah Pratiwi, Ketua Pengurus Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Situ Pedongkelan Irfan Nurdin, dan Ketua LPM Kelurahan Tugu Tarmin Joyono, Senin (13/4/2026).
Perbincangan seputar upaya mempercantik Situ Pedongkelan dari berbagai sisi antara lain pembangunan lapak-lapak UMKM , pengerukan lumpur, membangun jogging track, dan membersihkan situ dari sampah.
Hal lain juga dibahas seperti kotoran dari kandang sapi dan aliran air di tebing sisi bawah dikhawatirkan membuat situ jebol seperti Situ Gintung Tangerang Selatan.
Yeti Wulandari secara khusus menyoroti pengerukan sedimen agar Situ Pedongkelan layak dikembangkan untuk sarana olahraga Perahu Naga dan rekreasi. Dengan cara demikian, ekonomi di seputar Situ Pedongkelan akan tumbuh.
”Ini akan melibatkan banyak instansi untuk mempercantik Situ Pedongkelan. Sebagian sudah dilakukan koordinasi untuk segera ditindaklanjuti,” kata Yeti.
Tak hanya berdiskusi, Yeti Wulandari berkeliling Situ Pendongkelan didampingi Lurah Tugu dan para pengurus Pokdarwis. Butuh setidaknya 30 menit untuk berkeliling sepanjang 2 kilometer di situ seluas 5,7 hektar ini.
Perbincangan pun dilakukan dengan sejumlah pedagang di lapak yang mulai tertata rapi di sisi jalan utama.
Irfan Nurdin, Ketua Pokdarwis Situ Pedongkelan menyebut ada 36 lapak yang sudah dibangun semi permanen menggunakan baja ringan.
”Dari 36 lapak, sudah ada 20 yang ditempati pedagang. Ini kita lakukan penataan agar rapi dan bersih. Dengan penataan ini, kawasan jadi lebih ramai,” kata Irfan Nurdin.
Namun dari perjalanan menyusuri pinggir Situ Pedongkelan, sebagian besar belum terkelola dengan baik. Sisi timur misalnya, jalan masih berupa gundukan-gundukan tanah. Jika tak hati-hati, pengunjung rawan terpeleset mengingat intensitas hujan di Depok tergolong tinggi.
”Dari perjalanan bersama Ibu Lurah dan Ketua LPM menyusuri Situ Pedongkelan, kita jadi tahu apa saja yang perlu perbaikan,” tutur Yeti.
Menurut Yeti, langkah yang mendesak adalah pengerukan sedimen yang diperkirakan sudah mencapai 40 persen kedalaman. Demikian turap di sejumlah titik telah roboh.
”Bahkan turap yang roboh menutupi outlet. Ini jadi kurang maksimal untuk fungsi situ dalam penanganan banjir,” kata Yeti.
Untuk perbaikan Situ Pendongkelan, Yeti menyebut butuh biaya cukup besar. Ia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jakarta untuk anggaran mengingat lokasi Situ Pendongkelan berada di perbatasan Depok dan Jakarta.
Yeti berharap Situ Pendongkelan yang kini masih kusam bisa segera tertata dan tampil cantik seperti sejumlah situ lain di Depok.
Dengan kondisi yang tertata, Situ Pendongkelan diharapkan tak hanya mampu mengatasi banjir tetapi juga menjadi sumber ekonomi bagi Kota Depok di masa depan.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
