Menurut Yeti, langkah yang mendesak adalah pengerukan sedimen yang diperkirakan sudah mencapai 40 persen kedalaman. Demikian turap di sejumlah titik telah roboh.
”Bahkan turap yang roboh menutupi outlet. Ini jadi kurang maksimal untuk fungsi situ dalam penanganan banjir,” kata Yeti.
Untuk perbaikan Situ Pendongkelan, Yeti menyebut butuh biaya cukup besar. Ia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jakarta untuk anggaran mengingat lokasi Situ Pendongkelan berada di perbatasan Depok dan Jakarta.
Yeti berharap Situ Pendongkelan yang kini masih kusam bisa segera tertata dan tampil cantik seperti sejumlah situ lain di Depok.
Dengan kondisi yang tertata, Situ Pendongkelan diharapkan tak hanya mampu mengatasi banjir tetapi juga menjadi sumber ekonomi bagi Kota Depok di masa depan.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
