Yeti Wulandari secara khusus menyoroti pengerukan sedimen agar Situ Pedongkelan layak dikembangkan untuk sarana olahraga Perahu Naga dan rekreasi. Dengan cara demikian, ekonomi di seputar Situ Pedongkelan akan tumbuh.
”Ini akan melibatkan banyak instansi untuk mempercantik Situ Pedongkelan. Sebagian sudah dilakukan koordinasi untuk segera ditindaklanjuti,” kata Yeti.
Tak hanya berdiskusi, Yeti Wulandari berkeliling Situ Pendongkelan didampingi Lurah Tugu dan para pengurus Pokdarwis. Butuh setidaknya 30 menit untuk berkeliling sepanjang 2 kilometer di situ seluas 5,7 hektar ini.
Perbincangan pun dilakukan dengan sejumlah pedagang di lapak yang mulai tertata rapi di sisi jalan utama.
Irfan Nurdin, Ketua Pokdarwis Situ Pedongkelan menyebut ada 36 lapak yang sudah dibangun semi permanen menggunakan baja ringan.
”Dari 36 lapak, sudah ada 20 yang ditempati pedagang. Ini kita lakukan penataan agar rapi dan bersih. Dengan penataan ini, kawasan jadi lebih ramai,” kata Irfan Nurdin.
Namun dari perjalanan menyusuri pinggir Situ Pedongkelan, sebagian besar belum terkelola dengan baik. Sisi timur misalnya, jalan masih berupa gundukan-gundukan tanah. Jika tak hati-hati, pengunjung rawan terpeleset mengingat intensitas hujan di Depok tergolong tinggi.
”Dari perjalanan bersama Ibu Lurah dan Ketua LPM menyusuri Situ Pedongkelan, kita jadi tahu apa saja yang perlu perbaikan,” tutur Yeti.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
