World Cancer Day 2026: Imunoterapi Lebih Baik Dibanding Kemoterapi dalam Pengobatan Kanker

Novi
Ketua PERHOMPEDIN Cabang Jakarta, dr. Ronald Alexander Hukom, MHSc, SpPD, K-HOM, FINASIM saat World Cancer Day 2026 di Jakarta, , Minggu (01/02/2026). Foto: Novi

dr. Ronald menjelaskan Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) dan PERHOMPEDIN tak tinggal diam. Mereka menyarankan agar dilakukan audit pada penggunaan obat kanker untuk memastikan efisiensi anggaran. 

"Kami sudah usulkan audit medis ini sejak tahun 2018, bahkan hingga kami tembuskan usulan tersebut kepada Presiden," cetus dr. Ronald. 

Ia berharap harga pengobatan imunoterapi lebih terjangkau dan masuk skema penjaminan kesehatan nasional. 

dr. Ronald juga menyoroti fenomena pasien yang lebih memilih berobat ke luar negeri (Penang atau Sarawak) karena keterbatasan fasilitas di daerah.

"Kita butuh pusat kanker yang merata, tidak hanya menumpuk di Jabodetabek," kata dr. Rhonald. 

Dengan Pulau Jawa berpenduduk 160 juta penduduk, idealnya setiap ibu kota provinsi memiliki pusat layanan selengkap pusat nasional seperti di RS Dharmais.

Menutup penjelasannya, Dr. Ronald memberikan pesan kuat mengenai pentingnya deteksi dini. Banyak pasien datang sudah dalam stadium 3 atau 4 dengan alasan tidak terasa sakit. 

"Jangan menunggu sakit. Jika ada benjolan, meski hanya 1 cm, segera periksakan ke Puskesmas atau klinik," paparnya. 

Editor : M Mahfud

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network