Menanggapi insiden ini, pihak manajemen Transjakarta berkomitmen untuk memperketat pengawasan. Evaluasi berkala kepada petugas lapangan terus dilakukan guna mencegah terulangnya tindakan asusila di dalam bus.
Tjahyadi juga memberikan apresiasi kepada para penumpang yang berani bersuara. "Kami sangat mengapresiasi keberanian pelanggan yang langsung melapor. Kepedulian seperti ini sangat membantu kami dalam menjaga keamanan bersama," tambahnya.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik aksi nekat kedua pria tersebut. Transjakarta pun menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk tindakan asusila demi kenyamanan dan keamanan seluruh pengguna layanan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
