Sementara itu, Kahla mencuri perhatian melalui produk khas Indonesia andalannya, yakni keripik tempe. Dengan kemasan yang modern dan standar mutu yang baik, Kahla kembali menunjukkan potensinya di pasar internasional melalui sambutan positif yang diterima di gelaran ini setelah sebelumnya berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara.
4 UMKM lainnya dari kategori fashion dan accessories yakn Ramiza Boutique, Apikmen, Move Leather, dan Pekatan Batik. Mereka menarik perhatian lewat produk yang memadukan budaya Indonesia dan desain modern.
Pjs. Area Manager Communication, Relations, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat Muslim Dharmawan menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam KIF 2025 merupakan bagian strategis dari program Go Global Pertamina UMK Academy yang bertujuan mendorong UMKM binaan menembus pasar global.
“Partisipasi dalam KIF merupakan sebuah kesempatan untuk memperluas pasar dan melakukan kolaborasi global, tetapi juga merupakan sebuah ajang pembelajaran. Kami ingin memberikan ruang bagi mitra binaan untuk melakukan _benchmarking_ kualitas produk, memahami dinamika pasar internasional, serta membangun jejaring bisnis lintas negara,” jelas Muslim.
Ia juga menambahkan bahwa sambutan positif dari para importir Korea menjadi bukti bahwa UMKM Indonesia memiliki potensi dan daya saing yang tidak kalah di pasar global,
“Antusiasme pelaku industri internasional terhadap produk mitra binaan kami mencerminkan bahwa produk lokal Indonesia tidak hanya relevan, tetapi juga memiliki daya tarik kuat di mata dunia,” tutupnya.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
