Apa Bedanya Food Loss dan Food Waste Yang Menghasilkan Gas Tidak Sehat Bagi Bumi

Elsa P Lumbantoruan
Food loss dan food waste menghasilkan gas metana dan karbondioksida yang tidak sehat untuk bumi. Foto : Ist

DEPOK, iNewsDepok.id - Ketika berbicara mengenai sampah, sampah makanan akan menjadi salah satu pembahasan terutama di Indonesia. Banyak orang menyebut sampah makanan sebagai food waste.

Dilansir dari unggahan akun instagram @greenerationid, sampah makanan secara keseluruhan lebih dikenal dengan istilah food wastage.

Diketahui dari The Economist Intelligence Unit, Indonesia merupakan penyumbang sampah makanan terbesar kedua di dunia. Food wastage memberikan dampak yang signifikan terhadap kehidupan manusia, misalnya menyebabkan kelaparan.

Terdapat dua istilah untuk menggambarkan food wastage, yaitu penyusutan pangan (food loss) dan pemborosan pangan (food waste). 

Menurut FAO dalam The State of Food Agriculture 2019, penyusutan pangan adalah penurunan kuantitas atau kualitas makanan akibat keputusan dan perilaku pemasok makanan di luar retail, penyedia jasa makanan, dan konsumen.

Penyusutan pangan adalah sampah makanan yang berasal dari bahan pangan seperti sayuran, buah-buahan atau makanan yang masih mentah namun sudah tidak bisa diolah menjadi makanan dan akhirnya dibuang begitu saja, dan menyebabkan masyarakat kesulitan mendapatkan bahan makanan untuk memasak.

Editor : M Mahfud

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network