BREAKING NEWS Pesta Sabu di Rutan Depok, Seorang Pegawai Rutan Akui Jadi Kurir Narkoba
DEPOK, iNews Depok.id — Update heboh pesta sabu di Rutan Depok. Polres Metro Depok mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus viral pesta narkoba sejumlah narapidana di dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok, Jawa Barat.
Salah satu oknum petugas rutan terbukti berperan sebagai kurir yang memasok sabu ke dalam rutan.
Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Sutirto, membeberkan bahwa oknum petugas berinisial S mengaku menerima imbalan sebesar Rp1 juta untuk setiap kali pengiriman barang haram tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan saudara S, yang bersangkutan sudah 3 kali mengambil narkotika jenis sabu-sabu untuk dimasukkan ke dalam rutan untuk dikonsumsi oleh narapidana A dan Y," kata Sutirto dalam keterangan kepada wartawan, Selasa (6/10/2026).
Dari hasil pemeriksaan, napi berinisial A tercatat tiga kali memesan sabu, yakni pada 29 Agustus 2026, 6 September 2026, dan 22 September 2026. Polisi menduga pasokan sabu tersebut didapat dari seorang DPO berinisial RA.
Sutirto menjelaskan bahwa dugaan pesta narkoba tersebut terjadi pada 27 September 2026, namun videonya baru beredar dan viral di media sosial pada 3 Oktober 2026.
Polisi yang melakukan olah TKP tidak lagi menemukan barang bukti fisik, tetapi langsung melakukan pemeriksaan intensif serta tes urine terhadap sejumlah narapidana dan petugas rutan.
Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, membenarkan bahwa video viral yang memperlihatkan suasana pesta sabu ala dugem tersebut memang terjadi di wilayah kerjanya.
"Ya, setelah kami investigasi, apa yang beredar di video tersebut memang berada di Rutan Depok," kata Galih, Minggu (4/10/2026).
Pihak rutan telah memeriksa sekitar 22 warga binaan yang berada di blok kamar tersebut dan mendalami keterlibatan 3 hingga 4 orang di antaranya. Galih juga membenarkan adanya oknum pegawai yang terlibat menyiapkan fasilitas serta membantu akses masuknya barang haram tersebut.
"Posisinya ada di jajaran satuan pengamanan dan staf di bimbingan kerja," tutur Galih.
Galih jugaSaat dikonfirmasi mengenai isu keterlibatan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Depok, berinisial BN, Galih menyebut belum mendalami.
Galih menegaskan pihak Rutan Depok berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini, memperketat razia secara berkala, serta bekerja sama dengan pihak eksternal untuk memberantas peredaran narkoba di lingkungan rutan.
Editor: M Mahfud